MENTAWAI, ONtime.ID – Kontingen Kepulauan Mentawai melayangkan protes resmi terkait hasil pertandingan cabang olahraga (cabor) bola tangan pantai (beach handball) putra pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat di Bukittinggi.
Protes tersebut menyangkut penetapan tuan rumah Bukittinggi sebagai peserta semifinal, meski menurut pihak Mentawai, timnya telah memenangkan pertandingan melalui shoot-out dengan keunggulan dua poin.
Ketua Bola Tangan Mentawai, Wina Rizki, mengatakan pihaknya telah menyurati Ketua Umum KONI Sumatera Barat dan Dewan Hakim Bola Tangan Sumbar pada Minggu (11/10). Namun, hingga Senin (12/10), pihaknya mengaku belum menerima jawaban resmi atas keberatan yang diajukan.
“Kami melihat ini ada kecurangan dan upaya bagi-bagi medali. Kami juga sudah berkonsultasi dengan salah seorang hakim nasional yang menyatakan bahwa kami dalam posisi menang. Kami meminta panitia membatalkan final dan mengulang kembali laga semifinal,” ungkap Wina melalui pesan seluler, Senin (12/10).
Menurut Wina, inti protes tersebut adalah penetapan peserta semifinal yang dinilai tidak sesuai dengan hasil pertandingan. Mentawai, yang tergabung di Pool B, mengklaim telah mengalahkan Bukittinggi melalui babak shoot-out. Akan tetapi, dalam jadwal semifinal yang diumumkan panitia, nama Mentawai tidak tercantum dan justru Bukittinggi yang masuk.
Wina juga menyebut persoalan itu telah disampaikan kepada Sekretaris Umum Pengprov Handball Sumbar, Septri. Ia mengklaim Septri sempat menyetujui bahwa berdasarkan regulasi dan hasil pertandingan, atlet Mentawai berhak melaju ke semifinal.
“Pada Minggu malam, 11 Oktober, Pak Septri setuju dengan regulasi serta kemenangan atlet Mentawai. Namun, saat pengumuman jadwal semifinal, nama Mentawai tidak muncul sama sekali dan justru Bukittinggi yang tercantum,” ujarnya.
Protes Sudah Diajukan, Keputusan Resmi Belum Diketahui
Dengan telah disampaikannya surat keberatan kepada KONI Sumbar dan Dewan Hakim Bola Tangan Sumbar, persoalan ini tidak lagi sebatas keluhan kontingen, melainkan telah menjadi protes resmi yang menuntut penjelasan dari pihak berwenang.
Meski demikian, berdasarkan keterangan Wina, hingga Senin (12/10) belum ada jawaban yang diterima pihak Mentawai. Belum diperoleh pula keterangan mengenai keputusan resmi atas protes tersebut, termasuk apakah hasil pertandingan akan ditinjau ulang atau jadwal semifinal akan dikoreksi.
Mentawai meminta agar pihak penyelenggara memeriksa kembali hasil pertandingan, regulasi yang digunakan, serta dasar penetapan peserta semifinal. Kontingen juga berharap keberatan tersebut ditindaklanjuti secara transparan sebelum persoalan semakin berlarut.
Wina menegaskan, penyelesaian yang objektif diperlukan untuk menjaga sportivitas dan kepercayaan terhadap penyelenggaraan Porprov Sumatera Barat. Menurutnya, setiap atlet dan daerah peserta harus mendapatkan perlakuan yang adil, tanpa menjadikan status tuan rumah sebagai faktor yang memengaruhi keputusan pertandingan.
Hingga berita ini disusun, keterangan dari KONI Sumbar, Dewan Hakim Bola Tangan Sumbar, dan Pengprov Handball Sumbar mengenai status serta tindak lanjut protes Mentawai masih diperlukan untuk memastikan penyelesaian persoalan tersebut. (Fais)












