Peristiwa

Pengerjaan Proyek Bandar Irigasi “Sikakau” Dana TKD Butuh Pengawasan Intensif, Penggunaan Material Besi Jadi Sorotan

18
×

Pengerjaan Proyek Bandar Irigasi “Sikakau” Dana TKD Butuh Pengawasan Intensif, Penggunaan Material Besi Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

TANAH DATAR, ONtime.ID- Pelaksanaan pekerjaan Jaringan Irigasi Pemukiman Bandar “Sikakau” yang terletak di Nagari Buo Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar perlu dilakukan pengawasan secara intensif oleh pihak Konsultan Pengawas yang ditunjuk dan berkontrak untuk itu.

‎Pasalnya, dalam pantauan ONTime.ID beberapa hari yang lalu, bahwa pekerjaan konstruksi Dinding Coran dan Lantai Penutup Saluran dengan konstruksi coran terlihat “lembek” dalam adukan material, sehingga hasil pekerjaan secara kasat mata terlihat tidak akan bertahan lama.

‎Selain material pasir yang tidak direkomendasikan juga adanya pekerjaan pasangan material batu yang tidak jelas “asal usulnya”.

‎Selain penggunaan material tersebut di atas, pada item coran lantai penutup saluran dan coran dinding terindikasi menggunakan besi yang tidak layak pakai, akibatnya membuat hasil pekerjaan tidak optimal.

‎Menurut salah seorang pekerja yang mengaku pekerja senior, bahkan dengan jabatan kepala tukang yang pernah bekerja dengan BUMN sebutan saja Asep kepada ONTime.ID  menyebutkan bahwa pekerjaan ini sudah sesuai dengan dokumen kontrak, dan tidak ada pelanggaran sama sekali, ucapnya kepada ONTime.ID saat ditemui media ini beberapa hari yang lalu.

‎Masih dalam pantauan ONTime.ID, Sabtu (10/10), bahwa objek pekerjaan yang persis berada dibelakang salah satu rumah warga di nagari Buo, terlihat pada fase awal pengerjaan dulu, adanya pemasangan besi alas lantai coran penutup saluran serta diduga juga untuk pembesian dinding Coran menggunakan besi yang tidak layak dalam proses pengerjaannya, namun sampai sekarang proses pekerjaan tetap berlanjut dan tidak ada perbaikannya sama sekali.

‎Saat dimintai tanggapan dari PPTK Bandar Irigasi Sikakau Revi Arianto, Jumat (16/10) menyebutkan bahwa masalah pembesian tidak ada masalah sama sekali,dan sudah sesuai dengan spesifikasi Tekhnis serta dokumen kontrak, namun lanjut PPTK, mengenai besi stek itu adalah inisiatif dari pihak rekanan.

‎”Pembesian yang terpasang untuk lantai penutup saluran sudah pas, namun ada besi stek yang terpasang itu demi safety kinerja rekanan, ini bentuk inisiatif rekanan dan kita sampaikan aprsiasi”, ucap Revi.

‎Hal yang samapun disampaikan pelaksana kegiatan Abra Murzi alias AW, bahwa pekerjaan coran dengan menggunakan pembesian semua sudah sesuai dokumen kontrak dan tidak ada masalah sama sekali, kemudian besi stek adalah inisiatif pihak pelaksana, ini bertujuan untuk Safety kerja” ucap AW sapaannya Abra Murzi.

‎Diketahui kegiatan ini merupakan salah satu dari banyak paket kegiatan fisik yang bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 pada Bidang PSDA dinas PUPR Tanah Datar dengan nilai kontrak Rp.189 juta lebih dengan durasi pengerjaan sampai tanggal 7 November mendatang atau lebih kurang 120 hari kalender.

‎Masih berdasarkan analisa serta pantauan media ini, ke depannya pihak pengawas harus intensif melaksanakan pekerjaan pengawasan pada kegiatan yang dimaksud terutama pada kegiatan fisik yang jauh dari pusat ibukota Kabupaten.[TIM]

‎

‎