Politik

PKS Dukung Penuh Perempuan Berpolitik dan Masuk Parlemen

210
×

PKS Dukung Penuh Perempuan Berpolitik dan Masuk Parlemen

Sebarkan artikel ini
PKS
Nevi Zuairina saat menghadiri Rakernas Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI).

JAKARTA, ONTIME.ID-  Anggota DPR RI Komisi VI  DPR RI, Nevi Zuairina pada Rakernas Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) menyampaikan bahwa partainya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung penuh kiprah perempuan di dunia politik, hingga masuk parlemen.

Bukti nyata PKS  mengedepankan perempuan masuk dunia politik dapat terlihat pada setiap line up penyusunan Calon Anggota Dewan, PKS selalu melebihi kuota perempuan 30 persen.

Legislator asal Sumatera Barat II ini menyampaikan, bahwa di partainya, ada Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga dimana bidang ini  memiliki program yang fokus pada peningkatan kapasitas anggota perempuan.

Program ini sangat efektif untuk menyiapkan SDM perempuan unggul untuk memenuhi kuota 30  persen.

 

“Partai kami ada beberapa Dapil mulai dari pusat, provinsi maupun kabupaten Kota, terdapat caleg perempuan di nomor urut 1 pada susunan calon anggota dewan yang ditetapkan KPU. Caleg perempuan di PKS sangat potensial untuk mendulang suara sehingga mampu terpilih karena mendapat suara terbesar,” ungkap Nevi.

Politisi PKS ini menunjukkan, bahwa di salah satu daerah di Indonesia, yakni di Tangerang Selatan, anggota legislatif perempuan PKS pada periode lalu 80 persen dari anggota legislatif PKS yang terpilih. Sedangkan periode saat ini berimbang 50 persen, antara perempuan dan laki-laki anggota legislatif PKS di kota itu.

Nevi mengungkapkan, bahwa partainya selalu memberikan pendidikan politik untuk perempuan PKS dimana salah satu pokok materinya adalah memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang kuat. Pola pikir yang akan dibentuk adalah untuk membentuk Bangsa Indonesia yang terbangun dari keluarga-keluarga yang kokoh. Sehingga, Perempuan PKS mampu untuk berkolaborasi mewujudkan keluarga Indonesia berkualitas.

“Keterwakilan perempuan di parlemen memang penting. Akan tapi, jangan sampai aktivitas perempuan di dunia politik, melupakan perannya sebagai ibu dan istri di keluarga. Abai dalam tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu, bisa berdampak fatal pada ketahanan nasional kita,” tegas Nevi.

Nevi menguraikan,  dahulu, yang menghambat adalah karena keterbatasan informasi. Untuk saat ini, siapa saja dan dimana saja mampu mendapatkan informasi. Ditambah akses pendidikan yang semakin mendapat dukungan dari pemerintah dan semua pihak.

“Perempuan bukanlah makhluk yang lemah. Dan saya mengimbau kepada setiap wanita, agar mau berubah dan bersungguh-sungguh menjalani proses perubahan tersebut menjadi pribadi yang lebih baik, dan bermanfaat bagi keluarga, bangsa, negara, dan agama,” tutup Nevi Zuairina. (*/red)