Peristiwa

Terkait Ledakan Tambang Sawahlunto, 11 Saksi Telah Diperiksa

215
×

Terkait Ledakan Tambang Sawahlunto, 11 Saksi Telah Diperiksa

Sebarkan artikel ini
tambang
Terkait Ledakan Tambang Sawahlunto, 11 Saksi Telah Diperiksa

PADANG,ONTIME.ID – Sepekan setelah ledakan tambang batu bara milik PT Nusa Alam Lestari (NAL) di Sawahlunto, proses investigasi belum menemukan penyabab insiden tersebu, Di sisi, kepolisian telah memeriksa 11 orang saksi terkait ledakan lubang tambang yang menelan 10 korban jiwa tersebut.

 

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, melalui Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, mengatakan, 11 orang saksi yang telah menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Sawahlunto tersebut, seluruhnya merupakan para pekerja tambang PT NAL.

 

“Semuanya, sebelas saksi berasal dari internal perusahaan. Termasuk tiga orang korban selamat yang mengalami luka bakar. Mereka telah bisa menjalani pemeriksaan dan memberikan keterangan di Mapolres Sawahlunto,” ujarnya saat menggelar Konferensi Pers di Mapolda Sumbar Kamis (15/12).

 

Kabid Humas menuturkan, dari sebelas saksi yang telah menjalani proses pemeriksaan tersebut, satu-satunya saksi memiliki jabatan tertinggi di PT NAL yang telah menjalani proses pemeriksaan secara intensif oleh aparat kepolisian, adalah Kepala Teknik Tambang (KTT) PT NAL.

 

“Karena apapun persoalan yang ada di tambang, Kepala Teknik Tambang-lah yang menjadi penanggung jawabnya. Ia juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa di lubang tambang tidak ada kandungan gas berbahaya sebelum pekerja memulai aktivitas tambang. Makanya dialah yang kita periksa terlebih dahulu,” terangnya.

 

Kombes Pol Dwi Sulistyawan melanjutkan, berdasarkan keterangan dari para saksi yang telah menjalani proses pemeriksaan, dugaan sementara ledakan yang terjadi di Hole Tambang nomor 9 PT NAL tersebut, diduga disebabkan oleh adanya gas metana yang disambar oleh percikan api yang diduga berasal dari Jack Hammer atau palu yang digunakan pekerja tambang untuk merontokkan lapisan batu bara.

 

“Asal percikan api hingga saat ini masih belum bisa dipastikan, namun kuat dugaan bahwa percikan api berasal dari Jack Hammer yang digunakan oleh para pekerja untuk merontokkan batu bara di dalam lubang,” jelasnya.

 

Mantan Kapolres Sijunjung ini menyampaikan , masih belum bisa dipastikannya penyebab pasti ledakan lubang tambang tersebut hingga saat ini, juga terkendala dengan adanya reruntuhan dinding lubang tambang yang masih menghambat akses masuk tim investigasi kelokasi awal terjadinya.

 

“Sebagian lubang tambang ada yang ambrol dan hingga saat ini masih dalam tahap perbaikan. Sejauh ini yang telah berhasil diperbaiki baru di kedalaman 160 meter. Sementara ledakan diperkirakan terjadi diantara ke dalaman 200 hingga 300 meter di bawah permukaan tanah,” ucapnya.

 

Dwi menyatakan, setelah nantinya akses masuk ke dalam lubang dinyatakan aman dan telah bisa dimasuki, proses penyelidikan dan Olah TKP akan kembali dimulai dengan melibatkan pihak Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar serta penyidik dari Polres Sawahlunto

 

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwasanya proses pengusutan penyebab pasti ledakan, juga terkendala dengan masih belum bisa diambilnya sejumlah peralatan tambang yang masih terjebak didalam kedalaman lubang tanbang. Sedangkan mengenai potensi penetapan tersangka dalam kasus ledakan tambang batu bara ini, ia menyebutkan bahwa hal itu baru bisa dilakukan setelah tim investigasi merampungkan proses olah TKP untuk mencari dugaan adanya unsur kelalaian ataupun kesengajaan.

 

“Kalau olah TKP sudah bisa dilakukan, baru akan kita lihat apakah ada tersangka ataupun dilakukan pemeriksaan terhadap jajaran petinggi PT NAL lainnya,” tegasnya. (*/red)