PADANG, ONTIME.ID- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Padang melakukan upaya peningkatan kapasitas kader partai. Salah satunya dengan melaksanakan diskusi bulanan dengan tema “Menelaah karakteristik Pemilihan Kota Padang dalam Pemilu Legislatif” di Kantor DPD NasDem Padang, pada Sabtu (17/12).
Ketua DPD Nasdem Padang Oesman Ayub dalam kegiatan tersebut berbagi tentang pengalamannya, memberikan motivasi, dan kiat agar masyarakat tertarik untuk memilih kader partai. Disampaikannya, kader perlu mengenali karakteristik pemilih yang ada di Kota Padang.
“Selama dua periode menjadi anggota DPRD kota Padang, tentu banyak dinamika yang dilalui. Penting diketahui bahwa karakter pemilih di Kota Padang ini terbilang unik. Tak kalah penting pula, hal pertama yang harus dilakukan kader adalah pengenalan. Misalnya saja, pemilih di Kecamatan Nanggalo, Padang Utara, Padang Barat, karakternya berbeda-beda,” katanya.
Ia mengatakan dengan pengenalan yang cukup intens, akan ada kedekatan yang terjalin dengan masyarakat. Menurutnya, untuk pengenalan awal masyarakat tidak begitu mempertanyakan karya kader. Namun pengenalan yang paling diutamakan.
Ia juga mengatakan kader DPD NasDem kota Padang juga akan melakukan penguatan-penguatan anggota hingga di tingkat kecamatan. Demi menyiapkan diri untuk tahun politik yang akan datang.
“Kader perlu memahami politik itu apa, dan Pemilu itu apa, serta apa langkah-langkah yang akan dilakukan. Kedepannya kami berencana untuk menjalankan diskusi ini rutin setiap bulannya. Agar kita bisa terus menguatkan kapasitas kader partai,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Humaniora Unand Hary Efendi Iskandar yang hadir sebagai pemateri menyebutkan, karakter pemilih di Kota Padang cenderung unik, rasional, dan dinamis. Hal ini dibuktikan dengan fakta partai pemenang Pemilu yang selalu berubah sejak tahun 1999.
“Kota Padang ini pemilihnya unik, sejak pemilu 1999-2019 partai pemenang Pemilu selalu berbeda. Ini fakta sejarah, penting sebagai pengetahuan umum dan pembelajaran bersama. Pada Pemilu tahun 1999 dimenangkan oleh PAN, 2004 oleh PKS, 2009 oleh Demokrat, 2014-2019 dimenangkan oleh Partai Gerindra,” katanya.
Keunikan itu, sambungnya, disebabkan oleh dinamisnya pergerakan pemilih yang juga disebabkan dua faktor utama berupa eksternal dan internal yaitu psikologi pemilih. Faktor eksternal, salah satunya disampaikan Harry yaitu dipengaruhi oleh pimpinan partai politik.
“Namun, tahun 2009-2019 sudah ditentukan oleh calon presiden yang diusung Parpol. Bahkan mungkin ke depan bisa jadi faktor pemenang. Dari perkembangan masyarakat tersebut membuat masyarakat Kota Padang menjadi pemilih yang rasional dan dapat selektif dalam memilih serta tidak akan mudah terpengaruh karena mereka memilih berdasarkan kehendak sendiri tanpa campur tangan orang lain,” ujarnya.
Ia menyampaikan kiat agar mendapat respon positif, NasDem harus bersih dari KKN. hal ini berkaitan dengan karakter pemilih di Kota Padang yang mempunyai respect terhadap partai yang bersih, tanpa embel-embel dan memiliki kepedulian yang tinggi.
“Dinamisnya pilihan masyarakat Kota Padang, dipengaruhi faktor internal yang berkaitan dengan psikologi pemilih dan faktor eksternal yang berkaitan konstetasi secara luas. Masyarakat melihat dari segi ketokohan yang mempengaruhi pilihan masyarakat. Dengan pemilihan Anies sebagai bakal calon Presiden dari Partai NasDem tentunya akan sangat menguntungkan bagi NasDem kedepannya,” tukasnya. (*/red)













