PASAMAN, ONTIME.ID—Tiga orang warga Jorong Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan dan bersimbah darah pada Senin (16/1) sekitar pukul 22.30 WIB di kebun korban yang terletak di Jorong Tonang, Nagari Sundata. Penemuan tersebut kontak mengejutkan warga sekitar.
Kapolsek Lubuk Sikaping, Iptu Yufrizal mengatakan, pada Senin (16/1) sekitar pukul 20.00 WIB masyarakat Kampung Padang menemukan seorang anak berinisial AS (12) dalam kondisi luka parah. AS pertama kali ditemukan oleh masyarakat di Kebun Tonang, Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping.
Kemudian sekitar pukul 22.30 WIB di Anak Aia Batuang Kampung, Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, masyarakat menemukan dua orang. Mereka adalah AH (45), yang dalam kondisi luka parah dan banyak mengeluarkan darah. Ia masih hidup dan ditemukan di dalam dangau (pondok kebun). Kemudian, di lokasi yang sama ditemukan anaknya, PA (8) dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Iptu Yufrizal mengaku mendapat laporan dari masyarakat dan langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ia menjelaskan, dari keterangan pihak keluarga, kronologis kejadian bermula pada hari Senin (16/1) sekitar pukul 11.30 WIB, di mana sang ayah AH membawa anaknya AS pergi ke kebun miliknya yang terletak di Tonang, Nagari Sundata.
“Kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, sang ayah pulang ke rumah dan membawa lagi anaknya PA untuk pergi bersamanya ke kebun lain yang terletak di Anak Aia Batuang Kampung Padang Paraman Dareh, Nagari Aia Manggih Barat. Karena hari sudah mulai gelap, pihak keluarga di rumah mulai resah dan memberitahukan kejadian ini ke sanak famili dan tetangga sekitar,” ujarnya.
Sekitar pukul 20.00 WIB, masyarakat menemukan AS di kebun Tonang dalam keadaan kritis bersimbah darah. Korban langsung dilarikan masyarakat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah itu, masyarakat dan pihak terkait juga langsung mencari AH dan PA di ladang korban. Di lokasi tersebut, masyarakat menemukan AH dalam kondisi kritis bersimbah darah di gubuknya dan anaknya PA ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Untuk sementara masalah ini telah ditangani pihak kepolisian. Belum diketahui secara pasti apa motif di balik semua ini. Kami masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Kami juga telah membawa korban yang kritis ke rumah sakit dan telah meminta keterangan beberapa saksi,” ujar Yufrizal.
Berdasarkan data yang dihimpun di TKP, ada tiga orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut, yaitu AM, D, dan BS dengan barang bukti satu bilah pisau dan satu bongkah batu. Sedangkan korban saat ini masih dirawat intensif di RSUD Lubuk Sikaping. (*/agus. w)













