PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyerahkan bantuan berupa 75 ton beras untuk masyarakat Padang Pariaman yang terdampak musibah banjir beberapa waktu lalu. Bantuan beras ini merupakan cadangan pangan yang diberikan kepada masyarakat untuk 15 hari ke depan.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyebut, bantuan ini diturunkan berawal dari permintaan Bupati Padang Pariaman yang melaporkan data korban yang terdampak bencana banjir awal tahun lalu kepada Pemprov Sumbar.
“Berdasarkan laporan Bupati, ada enam kecamatan yang terdampak bencana banjir kemarin, yang terparah di Kecamatan Ulakan. Makanya Pemprov ikut peduli dengan memberikan bantuan cadangan pangan ini untuk masyarakat Padang Pariaman,” kata Mahyeldi saat penyerahan bantuan cadangan pangan secara simbolis, yang diterima langsung oleh Sekdakab Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis di Nagari Sandi Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kamis (16/2).
Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga menghimbau masyarakat untuk bersedia dan mendukung upaya antisipasi banjir dengan merelakan tanahnya untuk normalisasi sungai. Ia menegaskan, apabila masyarakat bersedia menyearahkan tanahnya untuk normalisasi, maka Pemprov akan menfasilitasi dan menyegerakan pengerjaannya.
“Atas permintaan Bupati kami akan lakukan normalisasi. Namun itu kalau memang ada kerelaan dari masyarakat menyerahkan tanahnya. Insya Allah tahun ini akan kami realisasikan untuk normalisasi sungai tersebut,” katanya.
Sekda Rudy R. Rilis menyampaikan, Kebupaten Padang Pariaman mendapat musibah banjir dan tanah longsor tanggal 23 Januari 2023 lalu. Sehingga banyak berdampak terhadap masyarakat baik dari sector pertanian, infrastruktur, dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Rudy menyampaikan, berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Padang Pariaman, bencana banjir dan longsor berdampak pada 5.959 KK dengan total korban 17.877 jiwa. Sedangkan luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 369 hektare, dan lahan perkebuanan 80 hektare.
“Data inilah yang disampaikan Bupati kepada Pemprov dan diterim Gubernur. Tentunya setelah melalui beberapa tahapan, termasuk survei langsung ke beberapa lokasi bersama Tim dari Dinas Pangan Sumbar,” ujarnya.
Rudy juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar atas bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, ini sangat bermanfaat sekali masyarakat Padang Pariaman yang terdampak banjir, apalagi di tengah kondisi harga beras yang semakin hari semakin naik.
“Padang Pariaman dilewati oleh banyak sungai, sehingga sangat berpotensi banjir apalagi kalau hujan dengan intensitas tinggi. Untuk normalisasi juga menjadi permintaan Bupati. Makanya sangat diharapkan kerja sama semua masyarakat untuk dapat menciptakan langkah mudah, sehingga normalisasi dapat terealisasi,” katanya.
Setelah penyerahan secara simbolis, Gubernur Mahyeldi langsung meninjau lokasi sungai yang terdampak banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis dan Kecamatan Lubuk Alung.
Masing-masing jiwa akan mendapatkan beras sebanyak 0,3 kg per hari selama 15 hari. Jadi setiap jiwa mendapatkan total 4,5 kg. Angka 0,3 kg per hari berdasarkan angka kebutuhan konsumsi beras rata-rata per orang dengan total bantuan sebanyak 75 ton.
“Apabila dikonversikan ke nilai rupiah bantuan itu berkisar Rp1.98 miliar. Karena beras yang dibagikan adalah beras kualitas medium, yang apabila dirupiahkan dengan harga beras sekarang pada kualitas medium adalah Rp14.500,” kata Rudy. (*/vand)













