Kab. Pasaman

APBD Pasaman 2023 Sasar Program Urgen dan Strategis

784
×

APBD Pasaman 2023 Sasar Program Urgen dan Strategis

Sebarkan artikel ini
APBD
Bupati Pasaman, Benny Utama

PASAMAN ONTIME.ID- Bupati Pasaman, Benny Utama tampil sebagai keynote speech dalam Kick Of Meeting penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pasaman tahun 2024, di hall Lt. III Kantor Bupati Pasaman, Kamis (15/12) pagi.

 

Saat kegiatan ini, salah satu yang ditekankan oleh Benny Utama adalah APBD Pasaman untuk 2023 akan menyasar program urgen dan strategis, yang  benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

 

Selama hampir dua jam, Benny Utama memaparkan program kegiatan dan rencana pembangunan Pasaman Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, hingga Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005 – 2025.

 

Disebut Benny, penggunaan anggaran daerah tahun depan harus diarahkan pada kegiatan yang urgen dan penting saja, mengingat kebijakan fiskal yang mengakibatkan belanja modal di APBD Pasaman 2023 menurun dari tahun sebelumnya.

 

“Memang ada penambahan DAU sebesar Rp20 miliar dalam APBD 2023, namun karena kita menerima pegawai P3K sebanyak lebih 900 orang, akibatnya APBD tersedot Rp50 miliar untuk penambahan gaji. Sehingga belanja modal tahun 2023 hanya tersedia sekitar Rp30 miliar,” ungkap Benny Utama.

 

Namun demikian, sambungnya, untuk mendukung program prioritas Pasaman terakses, tahun 2023 Pasaman mendapat tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp50 milar. Sebesar Rp23 miliar diarahkan untuk pembangunan jalan di Kecamatan Mapattunggul Selatan, dan Rp27 miliar untuk Kecamatan Mapattunggul.

 

“Alhamdulilllah, dengan komunikasi yang baik dengan berbagai kalangan di pusat, DAK Pasaman naik signifikan, dari Rp22 miliar tahun lalu, naik jadi Rp50 milar tahun depan,” ujarnya.

 

Selain itu, kata bupati, pada APBD 2023 Pemkab Pasaman menyiapkan anggaran untuk masyarakat guna membiayai  Program Pasaman Sehat sebesar Rp51 miliar, dan program Pasaman Cerdas  Rp16 milar.

 

“Berobat gratis di Pasaman telah kita mulai sejak awal tahun 2022 lalu. Syarat untuk mendapatkan program ini, masyarakat cukup membawa KTP, atau KK.

 

Benny Utama menambahkan, pemerintah daerah menyediakan alokasi anggaran besar yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat, bukan karena Pasaman kaya, tapi hal itu adalah bentuk kecintaan pada masyarakat.

 

“Bukan karena daerah kita kaya, namun ini semata bentuk tanggung jawab dari amanah yang diemban dan wujud kecintaan kita pada masyarakat,” katanya.

 

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan bisa bicara kesejahteraan masyarakat, saat infrastruktur di daerah masih minim dan belum merata. (*/agus)