Kab. Padang Pariaman

Aprinaldi Pimpin Ferkushi Sumbar 2026–2030, Era Baru Kurash Ranah Minang Dimulai

156
×

Aprinaldi Pimpin Ferkushi Sumbar 2026–2030, Era Baru Kurash Ranah Minang Dimulai

Sebarkan artikel ini
Ferkushi
Aprinaldi Pimpin Ferkushi Sumbar 2026–2030, Era Baru Kurash Ranah Minang Dimulai

PADANG, ONtime.ID — Musyawarah Provinsi (Musprov) Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Sumatera Barat menetapkan Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Ferkushi Sumbar masa bakti 2026–2030.

Keputusan tersebut dihasilkan melalui proses pemilihan yang berlangsung demokratis dan penuh semangat kebersamaan di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang, Jumat (19/6/2026) pukul 16.00 WIB.

Terpilihnya Aprinaldi dinilai menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga kurash di Sumatera Barat. Sosok yang kini berusia 42 tahun itu datang dengan kombinasi pengalaman organisasi, kepemimpinan publik, dan rekam jejak pembinaan olahraga yang dinilai mampu membawa cabang bela diri asal Asia Tengah tersebut menuju level yang lebih kompetitif.

Sejak usia muda, Aprinaldi telah menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang konsisten. Saat masih berstatus pelajar, ia dipercaya memimpin organisasi siswa sebagai Ketua OSIS. Semangat berorganisasi itu berlanjut melalui aktivitasnya di Gerakan Pramuka hingga menjabat Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka.

[irp posts=”37110″ ]

Pengalaman organisasinya semakin matang ketika menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang (UNP). Di kampus tersebut, Aprinaldi mendapat kepercayaan sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP, sebuah posisi yang mengasah kemampuan manajemen, komunikasi, serta pengambilan keputusan dalam organisasi berskala besar.

Namun, kiprahnya tidak hanya berhenti di dunia organisasi dan politik. Di sektor olahraga, Aprinaldi dikenal sebagai figur yang memiliki perhatian serius terhadap pembinaan atlet daerah. Saat menjabat Ketua Umum KONI Padang Pariaman, berbagai program pengembangan olahraga dijalankan secara lebih terarah.

Di bawah kepemimpinannya, sejumlah cabang olahraga seperti panahan dan taekwondo mendapat perhatian khusus melalui peningkatan kualitas pembinaan, dukungan sarana dan prasarana, serta kesempatan bertanding yang lebih luas. Hasilnya, sejumlah atlet daerah berhasil mengukir prestasi hingga tingkat nasional dan internasional, termasuk meraih medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Modal pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memimpin Ferkushi Sumbar. Kurash yang mengandalkan teknik bantingan dan penguasaan strategi bertanding kini semakin berkembang di Indonesia dan mulai mendapat ruang lebih besar dalam berbagai kompetisi nasional.

[irp posts=”37107″ ]

Usai terpilih, Aprinaldi menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah membangun fondasi pembinaan yang kuat dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar prestasi jangka pendek.

“Fokus kita adalah bagaimana kurash Sumatera Barat mampu memberikan kontribusi nyata bagi prestasi daerah dan nasional, termasuk persiapan matang menghadapi PON mendatang,” tegas Aprinaldi.

Untuk mewujudkan target tersebut, Ferkushi Sumbar akan memprioritaskan program pencarian atlet potensial sejak usia dini, peningkatan kompetensi pelatih melalui sertifikasi dan pelatihan berkelanjutan, serta memperbanyak jam terbang atlet melalui keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan regional maupun nasional.

Menurut Aprinaldi, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Keberhasilan atlet merupakan hasil dari kerja kolektif yang melibatkan pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, keluarga, dan para atlet itu sendiri.

[irp posts=”37104″ ]

Kombinasi pengalamannya sebagai mantan aktivis mahasiswa, pengurus olahraga, dan pimpinan lembaga legislatif menjadi nilai tambah yang diharapkan mampu memperkuat jaringan dukungan bagi perkembangan kurash di Sumatera Barat.

Harapan besar kini tertuju kepada kepengurusan baru Ferkushi Sumbar. Dalam lima tahun ke depan, organisasi tersebut dituntut tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memperluas basis pembinaan hingga ke daerah-daerah serta meningkatkan popularitas kurash di tengah masyarakat.

Keberhasilan kepemimpinan Aprinaldi nantinya akan tercermin dari bertambahnya atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional, meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap olahraga kurash, serta raihan medali pada berbagai kejuaraan, termasuk PON dan ajang internasional.

Bagi Aprinaldi, kurash bukan sekadar cabang olahraga prestasi. Lebih dari itu, olahraga ini merupakan sarana pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki semangat juang tinggi untuk mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional maupun dunia. (*)

[irp posts=”37098″ ]

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID