Peristiwa

Asal-usul Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera Diselidiki, Polisi Temukan Bekas Gergaji Mesin

274
×

Asal-usul Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera Diselidiki, Polisi Temukan Bekas Gergaji Mesin

Sebarkan artikel ini
Kayu
Asal-usul Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera Diselidiki, Polisi Temukan Bekas Gergaji Mesin

JAKARTA, ONtime.ID — Gelondongan kayu yang ditemukan berserakan di lokasi banjir besar di sejumlah wilayah Sumatera kini menjadi sorotan serius aparat negara. Kayu-kayu berukuran besar tersebut diduga turut memperparah bencana banjir yang menelan korban jiwa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hingga kini, asal-usul kayu gelondongan yang terbawa arus banjir masih dalam penyelidikan. Aparat kepolisian bersama pemerintah bergerak menelusuri sumber kayu tersebut, termasuk kemungkinan adanya aktivitas penebangan di kawasan hulu.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menyebut hasil identifikasi awal menunjukkan kayu gelondongan yang ditemukan bukan berasal dari satu jenis pohon saja.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Krisdianto, menjelaskan temuan tersebut berdasarkan pengambilan sampel di wilayah Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

[irp posts=”34679″ ]

Menurutnya, kayu yang ditemukan terdiri dari berbagai jenis, antara lain Mempisang (Mezzettia sp), Tanjung (Mimusops sp), Simpur (Dillenia sp), Pasang (Quercus sp), Nyatoh (Madhuca sp), hingga batang kelapa sawit.

Jenis-jenis kayu tersebut masuk dalam beberapa kelompok klasifikasi kehutanan, yakni kayu komersial, kayu rimba campuran, serta kayu indah.

Klasifikasi tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 163/Kpts-II/2003 yang mengatur pengelompokan jenis kayu berdasarkan pengenaan iuran kehutanan.

Dalam aturan itu, jenis kayu dibagi dalam empat kelompok utama, yaitu:

  1. Kelompok meranti atau kayu komersial 1

  2. Kelompok kayu rimba campuran atau komersial 2

  3. Kelompok kayu eboni atau kayu indah 1

  4. Kelompok kayu indah 2

Polisi Temukan Bekas Chainsaw

Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia juga menemukan indikasi kuat adanya aktivitas pemotongan kayu menggunakan alat mekanis.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan beberapa kayu gelondongan yang ditemukan menunjukkan bekas potongan gergaji mesin (chainsaw).

“Dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu. Kami dapati beberapa di antaranya memiliki bekas potongan dari chainsaw. Itu yang akan kami dalami,” ujar Sigit di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan.

[irp posts=”34676″ ]

Untuk mengungkap asal-usul kayu tersebut, kepolisian membentuk satuan tugas gabungan bersama Kementerian Kehutanan.

Tim penyelidik saat ini tengah melakukan penelusuran di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) yang terdampak banjir, mulai dari wilayah hilir hingga ke kawasan hulu.

“Tim sedang turun bersama dengan tim dari Kehutanan untuk menyusuri daerah aliran sungai yang terdampak sampai ke bagian hulu dan hilirnya,” kata Sigit.

Penyelidikan ini diharapkan dapat memastikan apakah kayu gelondongan tersebut berasal dari penebangan ilegal, aktivitas perkebunan, atau faktor alam, sekaligus menjadi dasar penegakan hukum jika ditemukan pelanggaran di sektor kehutanan. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID