Nasional

Aspirasi Masyarakat Adat Teluk Bintuni Melalui BP3OKP

946
×

Aspirasi Masyarakat Adat Teluk Bintuni Melalui BP3OKP

Sebarkan artikel ini
BP3OKP
Aspirasi Masyarakat Adat Teluk Bintuni Melalui BP3OKP

BINTUNI, ONTIME.ID — Ucapan Suka cita Kami atas berkunjungnya Bapak Wakil Presiden RI Ke Kabupaten Teluk Bintuni dan merupakan satu kehormatan bagi Kami bahwa Bapak Wakil Presiden dan Para tamu menginjakkan Kaki di rumah Kami di Distrik Babo.

Diatas suka cita kami, kami ingin menyampaikan kekecewaan Kami atas tindakan sengaja yang dilakukan oleh Pihak Panitia Lokal karena telah merusak sukacita Kami atas ketidak sesuaian beberapa fakta yang dilaporkan kepada Bapa Wakil Presiden dengan Kenyataan yang ada, termasuk:

  • Seharusnya jika BP Tangguh ingin membicarakan Kepentingan dan kesuksesan BP Tangguh bukan waktu dan tempat saat kunjungan Bapak Wakil Presiden di Babo, kantor BP ada di Jakarta mereka bisa bicara up date kegiatan sosialnya di Jakarta sana.  Waktu singkat dan baik Baik tersebut seharusnya digunakan oleh Masyarakat 7 suku pemilik Rumah Kabupaten teluk Bintuni untuk menceritakan suksesnya pemanfaatan DBH GAS dan Hasil Hutan di Kabupaten Telukk Bintuni, Kami Kecewa, harusnya dialog diarahkan agar Bapak Wakil presiden bertanya langsung kepada masyarakat adat mengenai  keberpihakan pengelolaan program CSR oleh BP Tangguh dan DBH Gas apakah benar benar dirasakan oleh masyarakat adat khususnya dan masyarakat kab teluk Bintuni pada umumnya dalam bentuk program/kegiatan secara terbuka. Bapak wakil presiden juga dapat mengklarifikasi temuan Bapak Senator Filep Wamafma tentang kondisi masyarakat adat di sekitar daerah operasi tangguh.
  • Sangat disayangkan momen kunjungan Bapak Wakil Presiden RI ke Kabupaten Teluk Bintuni tidak dimanfaatkan  dan terlewat begitu saja oleh Pemda Kabupaten Teluk Bintuni untuk mengakomodir kebutuhan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dalam mendukung pengembangan investasi di daerah ini, termasuk misalnya misalnya Bapak Wakil Presiden Kami Masyarakat Minta didirikan UNIVERSITAS Terbaik dan Kita tidak saja berkutat pada Program Sertifikasi dan Vocasional untuk menunjang peningkatan SDM di Wilayah ini, atau
  • Biarkan Masyarakat Kami Masyarakat Adat menyampaikan kepada bapak Wakil Predien tentang dampak Dana OTSUS dan pemanfaatan DBH yang dirasakan oleh Masyarakat adat apakah alokasi BDH Migas Untuk Masyarakat Adat Suda dirasakan oleh Masyarakat adat atau hanya di manfaatkan oleh segelintir oknum kelompok atas nama masyarakat adat. Sehingga Kami minta untuk segera diaudit
  • Kami kecewa atas sikap Panitia Lokal Teluk Bintuni yang telah melecehkan adat dan Budaya Kami 7 suku di teluk Bintuni, hal ini di tunjukan dengan noken sebagai identitas budaya Kami  tidak di tampilkan dan atau dikenakan oleh Bapak Wakil Presiden.Selai itu oleh panitia, Kami tidak dibolehkan memasang baliho menyampaikan UCAPAN SELAMAT DATANG Bapak Wakil . Hal ini mungkin terlihat kecil dan tidak bermakna bagi pada PIMPINAN Daerah, namun simbol simbol ini bermakna bagi kami untuk memberlihatkan bahwa kami bangga sebagai anak bangsa
  • Kami kecewa karena tidak dapat menyampaikan kepada Bapak Wakil Presiden bahwa Kehadiran MRP Sebagai Lembaga Kultural OAP penting sekali untuk berdiri mendampingi Masyarakat dalam menyuarakan keberpihakkan termasuk advokasi dan diplomasi. Kami Mohon segera di lantik calon anggota yang suda diseleksi
  • kehadiran Bapak Wapres di Teluk Bintuni dan khususnya Babo dengan Kapasitas sebagai ketua Badan Pengarahan Percepatan Pembangunan Otonomi Papua ( BP3OKP ) sebagai representasi pemerintah untuk mendengar dan melihat apa yang menjadi bagian dari kepentingan rakyat yang dikemas dalam bentuk program strategis daerah, termasuk:

    1. Akselerasi Infrastruktur penunjang Bandara, peningkatan panjang lapangan mencapai Lebih dari 2500 Meter
    2. Kami mengusulkan untuk meningkatkan hirarki pelabuhan menjadi Pelabuhan Pengumpul sehingga fungsi Pelabuhan Babo bertambah yaitu pelabuhan barang atau peti kemas;
    3. kami mengusulkan bantuan pemasaran Komoditas Unggulan Kepiting Bakau dan Udang baik dalam bentuk pelatihan pembudidayaan dan kerjasama pemasaran;
    4. Pendidikan dasar terbaik adalah modal dasar dalam membangun bangsa. merupakan salah satu sarana penunjang pengembangan Sumber Daya Manusia baik dalam pola pikir maupun akademis. Infrastruktur yang maju, harus ditunjang dengan Sumber Daya Manusianya juga, sehingga pengembangan perekonomian berjalan sesuai yang diharapkan bersama. Oleh karena itu kami mengusulkan pembangunan sekolah dengan sistem terpadu dan terintegerasi dengan Universitas Ternama di Indonesia sehingga Sumber Daya Manusia yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi dan siap untuk dipekerjakan di Perusahaan Besar Nasional maupun Internasional;
    5. Konektivitas menuju Bandara Babo dan Proyek Strategis Nasional seperti LNG Tangguh dan Kawasan Industri Bintuni perlu diperhatikan untuk menunjang kegiatan. Oleh karena itu kami mengusulkan bantuan peningkatan dan pembangunan jalan dari Bandara Babo ke Kawasan Industri Bintuni dan LNG Tangguh. Berikut nama ruas jalan yang menunjang Bandara Babo, Kawasan Industri Bintuni dan LNG Tangguh :
      • Ruas Yaru-Kasira lama-Babo
      • Ruas Aroba-Km 35-Tofoi
      • Jembatan Penghubung Ruas jalan Yaru-Kasira lama-Babo
    6. Kami mengusulkan pengoptimalan dana otsus – Dana DBH bagi pengembangan pendidikan dan Beasiswa bagi anak anak Sekolah di dalam dam dan di luar negeri serta
    7. kemajuan Penannggulangan stunting dengan memanfaatkan dukungan mitra pembangunanan termasuk SKKMIGAS yang selalu dibalik DBH Gas.
    8. Mendukung berdirinya DOB Provinsi Bomberay Raya dan Pemekaran Kabupaten Teluk Bintuni menjadi 3 kabupaten dan 1 Kota Madya (Moskona Raya, Sebyar, Babo Raya dan Kota Madya Bintuni Selatan di wilayah industri Sumuri).
    9. Meminta agar segera mempercepat pembangunan industri di sumuri
    10. Kami Mohon BP3OK Untuk dapat memperhatikan juga pembangunan perumahan dan infrastruktur bagi saudara saudara kami di daerah terisolir Berupa Rumah Layak Huni di Kampung WAGOHA Distrik Yamor Kab. Kaimana
    11. Tanah sebagai ibu yang menjaga, merawat dan membesarkan generasi  Tanah dan Sumberdaya alam yang dimiliki komunal oleh masyarakat adat sumuri adalah merupakan aset yang dapat di investasikan. Untuk itu Tanah tidak diperjualbelikan namun merupakan aset komunal yang memiliki nilai investasi dan masyarakat adat adalah merupakan pemegang aset berbentuk saham.
    12. Kami menginginkan porsi kontribusi saham dalam Partisiasti interes adalah sebesar 5 %. Berkaitan dengan kegiatan investasi diwilayah adat Suku Sumuri untuk kemudian di kelolah sebagai dana abadi komunal, .
    13. Masyarakat adat ikut Dalam Pemenuhan Muatan Lokal/TKDN (local Contain) masyarakat adat suku sumuri sebesar minimal 25 % pada beberapa industri strategis
    14. Meminta SKKMIGAS untuk memastikan CSR oleh investor bagi masyarakat adat suku sumuri harus terdefinisikan dan dikelolah langsung oleh Lembaga dibawah Manajemen KOMITE TRANSFORMASI DAN INVESTASI dengan prinsip saling menguntungkan sesuai dengan regulasi dari negara
    15. Meminta segera dibentuknya Badan OTORITAS PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI SUMURI  Sebagai Badan Otoritas dalam mempercepat pembangunan Industri
    16. Segera ditinjau Kembali Harga Tanah dan komitmen pengembalian Tanah adat yang tidak digunakan oleh LNG Tangguh kepada Masyarakat Adat Melalui Peraturan Daerah.
    17. Mohon Kiranya BP3OK membantu mendorong percepatan pembangunan perumahan Di Wilayah adat Suku Sebyar yang telah dijanjikan. Kami Semua merasa malu, Sebyar menghasilkan Ratusan Miliar Rupiah Setiap Hari untuk Negara melalui ekstrasi Gas Tangguh LNG, Namun PEMDA dan BP Tangguh Menutup mata terhadap kesejahteraan Masyarakt terutama penyediaan Rumah sehat yang dijanjikan
    18. Kami Masyarakat Adat di Teluk Bintuni Mengundang Bapak Menteri Bahlil untuk berdialog Kami tentang Investasi di Teluk Bintuni .
    19. Kami Mendukung Program Kerja BP3OKP termasuk mendorong optimaslisasi pemanfaatan Rumah Aspirasi
    20. Belajar dari pengalaman masa lalu dan perkembangan pembangunan pendidikan DASAR  hari ini, KAMI mengharapkan sebuah manajemen pendidikan berkarakter Papua berupa:
  • Sekolah OTSUS YPK (Sekolah Otonomi Khusus Yayasan Pendidikan Kristen)
  • Sekolah OTSUS YPPK (Sekolah Otonomi Khusus Yayasan Pendidikan Persekolah Katolik)
  • Sekolah OTSUS YAPIS (Sekolah Otonomi Khusus Yayasan Pendidikan Islam)

Demikian Ungkapan Respon Kami berkaitan dengan Kunjungan Bapak Wakil Presiden dan Kontribusi Kami dalam menunjang Kerja BP3OKP.  Kami akan bekerja, melakukan yang terbaik untuk memastikan setiap anak bangsa di pelosok Tanah Teluk Bintuni merasa bangga menjadi anak bangsa indonesia