PADANG, ONTIME.ID- Perantau Minang sukses asal Pesisir Selatan, Bakri Maulana SE,MP, memantapkan diri untuk maju sebagai kandidat calon bupati pada Pilkada Pesisir Selatan (Pessel) 2024 mendatang.
Saat ditemui di sela agenda kegiatannya di Kota Padang, pria yang akrab disapa ‘Pak BM’ ini mengutarakan mimpi dan harapan yang ingin diwujudkannya bersama seluruh lapisan masyarakat Nagari Sejuta Pesona tersebut.
“Selaku orang yang lahir dan besar di Pesisir Selatan, saya tahu betul bahwa sampai saat ini Pessel belumlah mengalami kemajuan signifikan yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat ,” ujar pengusaha nasional itu.
Sebagai perantau ulung Minang, Bakri Maulana meyakini betul kebenaran isi petuah Karatau Madang di Hulu, Babuah Babungo Balun, Marantau Bujang Dahulu, di Rumah Paguno Balun.
Sesuai isi petuah itu, putra asli Pessel kelahiran Kampung Anakan, Kecamatan Batang Kapas tanggal 8 Agustus 1962 silam itu sejak muda telah menyiapkan dan memantaskan diri untuk memberikan pengabdian terbaik bagi kampung halaman tercinta.
Bahkan sebagai bentuk keseriusannya, Bakri Maulana sengaja mengambil gelar S2 Magister Manajemen Pembangunan Daerah di Institut Teknologi Bandung dengan harapan ilmu itu kelak bisa berguna untuk mendorong kemajuan Pesisir Selatan
“Alhamdulillah, ilmu itu telah saya aplikasikan semasa menjabat sebagai Direktur Umum PD Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor antara rentang waktu tahun 2011 hingga 2015,”jelas BM yang kini duduk sebagai Direktur PT Platinium Nuswantara Makmur (PNM) ini.
Tidak hanya itu, sejak di tanah Rantau, Bakri Bakar yang juga telah mengantongi gelar sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Ibnu Khaldun ini. Ia juga dikenal aktif dalam menggerakkan roda perkoperasian di Kota Hujan, Bogor.
Tercatat, BM pernah diberikan amanah sebagai Wakil Ketua Umum pengelola Koperasi KOPPAS Cileungsi Kota Bogor pada tahun 1997. Hingga seterusnya berhasil menduduki posisi ketua pada periode pengurusan 1997-2001, serta 2001-2005.
Karir kepemimpinan BM di dunia koperasi Kota Bogor, sungguh tak diragukan lagi. Bahkan pada tahun 2008 silam pun, Anak Rang Batang Kapeh ini masih aktif sebagai Ketua Badan PengawasKoperasi KOPPAS Cileungsi, Bogor.
“Saya juga pernah dipercaya sebagai Badan Pengawas PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor. Dalam artian, saya ini sebenarnya adalah intelektual, aktivis sekaligus juga Urang Balai,” kata BM dengan senyumannya yang khas.
Kini, setelah menikmati berbagai pahit asam garam kehidupan di tanah rantau, berbekal sejuta ilmu dan pengalaman di bidang kepemimpinan dan manajerial yang telah diperolehnya , Perantau terbaik Pesisir Selatan itu telah kembali. Siap berjuang untuk mewujudkan era keemasan Kabupaten Pesisir Selatan.
Pada sesi wawancara eksklusif saat itu, Bakri Maulana mengutarakan keinginan dirinya untuk membenahi sektor perekonomian masyarakat Pessel. Langkah kongkrit pertama adalah dengan membangun, memperbaiki atau merevitalisasi seluruh pasar tradisional yang ada di Nagari Sejuta Pesona.
“Kenapa Pasar? ya karena pasar adalah tempat perputaran uang. Dengan membenahi dan menjadikan pasar sebagai tempat yang nyaman, artinya kita membenahi sendi ekonomi masyarakat. Bagi saya itu penting,” ucapnya.
Kemudian, Bakri Maulana juga bertekad untuk membenahi sektor pariwisata Pessel yang saat ini keindahan alamnya sudah mulai tacelak dan dilirik wisatawan. Langkah itu, dimulai dengan pembenahan mendasar terhadap pola pikir SDM pengelola wisata.
“Potensi Pariwisata Pessel yang sangat luar biasa besar ini, harus dimaksimalkan. Untuk itu, pemerintah mesti gencar menggaet kerja sama dengan investor maupun pihak lain bagi kemajuan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Pria yang dikenal memiliki relasi dan jejaring luas secara nasional itu menambahkan, dirinya juga bercita-cita membangun potensi ekonomi yang dimiliki Pessel secara menyeluruh, sesuai keragaman potensi masing-masing wilayah.
Ia menjelaskan, jika masyarakat Pessel menitipkan amanah kepada dirinya, dirinya akan menjadikan Kecamatan Ampek Jurai dan Tarusan sebagai daerah sentra pengembangan pariwisata.
Sementara Kecamatan Batang Kapeh dan sekitarnya, akan dijadikan sebagai sentra pengembangan potensi laut, perikanan dan pertanian.
“Lalu di daerah Selatan seperti misalnya Pancung Soal, Air Pura, Tapan dan Lunang Sialut, akan kita jadikan sebagai sentra peternakan. Pengembangan semua sektor kita lakukan secara bersamaan. Sesuai potensi wilayah,” jelasnya.
Terakhir, BM juga menyadari ‘Kekuatan Tersembunyi’ Kabupaten Pesisir Selatan. Hidden Power itu, menurutnya terletak pada rasa kebanggaan, kecintaan serta persatuan kesatuan yang telah terpatri dalam lubuk hati setiap perantau asal Kabupaten Pesisir Selatan.
“Para perantau Pessel yang tersebar di berbagai penjuru negeri adalah kekuatan yang luar biasa. Tinggal lagi apakah sang kepala daerahnya bisa mengkolaborasikan pembangunan antara Ranah dan Rantau. namun bagi saya, kolaborasi dan semangat gotong royong adalah suatu kepastian untuk mewujudkan kemajuan Pessel,”pungkasnya. (vand)













