Peristiwa

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Sijunjung

190
×

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Sijunjung

Sebarkan artikel ini
banjir
Sejumlah daerah direndam di Kabupaten Sijunjung direndam banjir akibat curah hujan yang tinggi dari Minggu (17/4) malam hingga Senin (18/4) pagi.

SIJUNJUNG, ONTIME.ID— Sejumlah daerah di Kabupaten Sijunjung dilanda banjir dan longsor akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (17/4) malam hingga Senin (18/4) pagi. Puluhan rumah dan satu bangunan sekolah terdampak akibat banjir.

Berdasarkan data pantauan sementara daerah yang dilanda banjir yaitu kawasan Timpeh dan Batang kering Nagari Kamang Kecamatan Kamang Baru, genangan air sampai merendam ruas jalan Nasional yang menghubungkan Provinsi Sumbar dan Provinsi Riau.

Selain itu, banjir juga merendam satu unit bangunan SMP Negeri 18 Sijunjung. Material tanah dan sampah bahkan merobohkan pagar sekolah sepanjang 10 meter.

“Menjelang Senin dini hari sampai subuh hujan turun dengan lebat yang mengakibatkan beberapa kawasan dilanda banjir, terjangan air yang cukup deras dengan membawa material sampah merobohkan pagar sekolah,” ujar Agus (42) salah seorang warga Timpeh, Senin (18/4).

Sementara itu, di Jorong Batang Kering Kecamatan Kamang Baru genangan air bahkan merendam sekitar 60 rumah warga atau lebih kurang 300 jiwa. Sampai saat ini pemerintahan nagari setempat masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung Hendri Chaniago didampingi Kasi Kedaruratan Heries mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan beberapa wilayah dilanda banjir dan longsor.

Selain Kecamatan Kamang Baru, ia menyebutkan, banjir juga melanda daerah Kecamatan Lubuk Tarok, Sijunjung serta Kecamatan Tanjung Gadang, di mana satu rumah warga di Tanjung Gadang mengalami kerusakan setelah tertimpa material longsor. Laporan sementara longsor tersebut tidak menyebabkan korban luka maupun korban jiwa.

Hendri Chaniago juga mengatakan bahwa kondisi banjir saat ini sudah surut, namun warga masih waspada dan siaga jika seandainya curah hujan kembali turun di sore atau malam hari, bahkan ada beberapa warga yang menumpang di rumah sanak saudaranya karena takut banjir kembali melanda.

“Tim BPBD dibantu aparat TNI Polri serta warga masyarakat juga telah melakukan evakuasi peralatan rumah tangga warga yang terendam banjir, kemudian melakukan penyedotan air banjir yang melanda rumah warga dengan menggunakan mesin portabel milik BPBD Sijunjung. Sementara itu, pemerintah Kecamatan dan Nagari masih melakukan pendataan warga yang terdampak akibat banjir maupun longsor,” ucapnya, Senin (18/4).

Dari informasi yang diperoleh, beberapa ruas jalan kabupaten kawasan Timpeh terendam setinggi 30 hingga 100 sentimeter dengan arus mengalir deras sehingga masyarakat yang akan pergi bekerja dan para pelajar yang mau berangkat sekolah menjadi terhalang. Selain itu, di samping aktivitas masyarakat terganggu banjir juga merusak beberapa ruas jalan akibat gerusan air di beberapa titik mulai dari ruas jalan batang kering yang menghubungkan hingga kawasan Timpeh 4, 5, 6, dan 7. (*/red)