Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Nagari, Muhamad Irsyad saat Literasi dan Edukasi Ekosistem Syariah Berbasis Masjid di Masjid Raya Sumbar, Sabtu (19/3).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumbar itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat DMI, M. Jusuf Kalla. Hadir juga Komisaris Utama Bank Nagari, Benni Warlis serta Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Gusti Candra; Ketua PW DMI Sumbar, Duski Samad dan Sekdaprov Sumbar, Hansastri. Hadir pula pengurus DMI seluruh Sumbar; Pemimpin Divisi Usaha Syariah Bank Nagari, Hendra Faisal; dan supporting Divisi Usaha Syariah dan Divisi Teknologi Digitalisasi Bank Nagari.
Muhamad Irsyad menyampaikan, Bank Nagari melalui Unit Usaha Syariah (UUS) yang didirikan pada tahun 2006 lalu telah mengambil peran aktif dalam kegiatan ekonomi dan keuangan syariah perbankan di Sumbar.
Kemudian hal itu diperkuat dengan adanya kepercayaan yang diberikan oleh DMI Sumbar dan pengurus masjid dan musala di Sumbar kepada Bank Nagari sebagai bank tempat pengelolaan keuangan mereka.
Irsyad mengungkapkan, diakui memang salah satu tantangan dalam mengembangkan ekosistem syariah adalah masih rendahnya literasi dan inklusi tentang ekonomi dan keuangan syariah tersebut.
Untuk itu salah satu yang diharapkan peranannya adalah masjid, karena masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, tapi juga bisa dioptimalkan untuk kemaslahatan umat dengan menjadi pusat pendidikan, kegiatan seminar, diskusi, dan kegiatan perekonomian untuk UMKM serta wisata religi.
Beberapa waktu yang lalu, Bank Nagari bekerja sama dengan DMI Sumbar melahirkan suatu inovasi dalam hal digitalisasi informasi dan keuangan masjid atau musala, yakni dengan menciptakan aplikasi yang diberi nama Nagari Digital Masjid (NDM).
Irsyad menyebutkan, aplikasi NDM sangat membantu masjid dalam mengelola keuangan karena aplikasi tersebut telah dilengkapi dengan fitur barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). “Dengan fitur itu maka masyarakat dapat membayar infak dan sedekah secara nontunai melalui mobile banking atau sarana bayar digital lainnya yang adanya QRIS,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, melalui aplikasi NDM, masyarakat yang berada di Sumbar maupun yang di perantauan bisa dengan mudah menyumbangkan infak dan sedekah ke masjid atau musala yang ingin dituju.
“Selain itu, aplikasi ini juga memuat informasi terkini masjid dan musala seperti foto masjid, fasilitas, legalitas, posisi keuangan, lokasi berbasis GPS, dan kegiatan masjid atau musala baik religi, sosial, dan lainnya,” kata Irsyad.
Ke depan Bank Nagari akan semakin memperluas sinergi dan kolaborasi dengan masjid dan musala, seperti kerja sama edukasi dan literasi syariah, sinergi pemasaran dengan para pemuda dan remaja masjid, edukasi dan pembinaan usaha umat, serta kemudahan akses perbankan.
Untuk diketahui, perkembangan dan kinerja Bank Nagari terus membaik dan berkontribusi bagi kegiatan masyarakat dan aktivitas perekonomian. Di tengah dampak pandemi Covid-19, Bank Nagari mampu bertahan dan dapat terus tumbuh.
Penilaian dari Majalah Infobank, yang merupakan media referensi kegiatan keuangan dan perbankan di Indonesia, menobatkan Bank Nagari sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan skor kinerja tertinggi tahun 2021 dari 27 BPD di Indonesia.
Bank Nagari juga masuk ranking terbaik dalam hal digital brand. Bahkan, produk dan layanan digital UUS Bank Nagari meraih ranking pertama digital brand untuk kategori Asset Rp2,5 triliun sampai Rp5 triliun.
Market share Bank Nagari cukup dominan, yaitu mencapai kisaran 36 persen dari seluruh perbankan yang beroperasi di Sumbar. Sementara market share UUS Bank Nagari juga paling dominan, yaitu sekitar 35 persen dari seluruh perbankan syariah yang beroperasi di Sumbar.
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla pada kesempatan itu menyambut baik upaya Bank Nagari untuk memperluas ekosistem digital di masjid/musala dan berharap melalui kerja sama ini dapat meningkatkan peran Bank Nagari untuk mengembangkan potensi syariah.
“Kerja sama yang telah terjalin antara DMI Sumbar dan Bank Nagari sangat penting kita jalankan demi kebaikan bersama, demi kebaikan jamaah, demi meningkatkan harkat kemasyarakatan. Diperlukan kejujuran yang luar biasa jika kita ingin menjalankan syariat ini,” kata Jusuf Kalla. (red)













