JAKARTA, ONtime.ID — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Suyudi Ario Seto menyoroti meningkatnya tren penyalahgunaan zat tertentu yang dikombinasikan dengan narkoba atau alkohol.
Fenomena ini, menurutnya, semakin mengkhawatirkan karena menyasar anak muda dan berkembang cepat melalui media sosial.
Salah satu zat yang kini menjadi perhatian serius BNN adalah Nitrous Oxide (N₂O) atau yang dikenal sebagai laughing gas atau gas tawa. Zat ini disalahgunakan dengan cara dihirup, bahkan dicampur dengan alkohol, untuk menghasilkan sensasi tenang dan euforia sesaat.
[irp posts=”33574″ ]
“Gas ini mudah diperoleh dan sedang ramai diperbincangkan di media sosial, bahkan dikaitkan dengan kematian seorang selebgram. Yang lebih berbahaya, ada praktik mencampurnya dengan alkohol,” ujar Suyudi saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).
Suyudi menjelaskan bahwa Nitrous Oxide sejatinya digunakan secara terbatas untuk keperluan medis dan industri kuliner. Namun, ketika dihirup secara sengaja untuk tujuan rekreasional, zat ini bekerja langsung menyerang sistem saraf pusat.
“Nitrous oxide sangat cepat masuk ke paru-paru, berdifusi ke aliran darah, lalu mencapai otak. Di sana, gas ini menghambat sinyal rasa sakit dan memicu pelepasan dopamin, sehingga menimbulkan rasa tenang, melayang, atau tertawa tanpa sebab,” jelasnya.
Meski memberikan efek euforia, Suyudi menegaskan bahwa sensasi tersebut sangat singkat dan justru mendorong perilaku adiktif. Pengguna cenderung menghirup berulang kali dalam waktu dekat, yang secara drastis meningkatkan risiko kerusakan organ hingga kematian.
[irp posts=”33571″ ]
“Efeknya hanya beberapa menit. Inilah yang membuat pengguna terdorong mengulang pemakaian dengan cara yang semakin berbahaya,” katanya.
BNN juga mengungkap bahwa Nitrous Oxide saat ini relatif mudah ditemukan di pasaran bebas. Modus peredarannya beragam, mulai dari penjualan di platform daring hingga promosi terselubung di media sosial.
Beberapa pola penyalahgunaan yang diidentifikasi antara lain:
Penjualan bebas di e-commerce dengan kedok alat pembuat whipped cream.
Penggunaan istilah samaran seperti “Whip-Pink” atau “Gas Tawa” di media sosial.
Beragam ukuran tabung, dari cartridge kecil hingga tabung besar untuk penggunaan bersama.
Suyudi mengimbau masyarakat agar waspada terhadap tanda-tanda penyalahgunaan, seperti ditemukannya balon yang dihirup atau sisa cartridge logam kecil di lingkungan sekitar.
“Jangan pernah mencoba. Nitrous Oxide bukan untuk konsumsi rekreasi. Efeknya singkat, tetapi risikonya bisa fatal dan berdampak permanen,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat berperan aktif dengan melaporkan praktik penjualan mencurigakan atau penyalahgunaan zat tersebut melalui Call Center BNN 184 atau ke aparat kepolisian terdekat. Menurutnya, pencegahan hanya dapat berjalan efektif jika didukung oleh kesadaran dan keterlibatan publik.
[irp posts=”33568″ ]
BNN, lanjut Suyudi, berkomitmen penuh tidak hanya dalam penindakan, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi, guna melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat yang terus berkembang mengikuti tren. (*)













