PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID – Pesantren Ramadan merupakan suatu kegiatan pendidikan keagamaan yang bersifat intrakurikuler dan diselenggarakan oleh lembaga pendidikan formal, baik sekolah yang berbasis agama maupun sekolah umum.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, membuka secara resmi kegiatan Pesantren Ramadan di Musala Al Hidayah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Senin (11/4).
Ia menyampaikan bulan Ramadan tahun ini, merupakan tahun kedua periode kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Rahmang. Dalam kondisi ekonomi Padang Pariaman yang belum begitu pulih akibat Covid-19, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mencoba menghidupkan kembali kegiatan Pesantren Ramadan. Dimana pada tahun 2020 dan 2021 lalu belum maksimal dilaksanakan, disebabkan Pandemi Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia.
“Tahun ini, Pelaksanaan Pesantren Ramadan cukup dilaksanakan di Satuan Pendidikan, baik tingkat SD/MI maupun di tingkat SMP/MTs,” katanya
Karena Pesantren Ramadan bertujuan agar peserta didik memiliki pemahaman dan pengalaman tentang nilai-nilai islamiyah, wawasan kebangsaan, wawasan lingkungan hidup, citra diri anak saleh, adab pergaulan muslim, kepemimpinan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba
Bupati juga mengatakan, kegiatan ini juga mendukung terwujudnya Visi Padang Pariaman Berjaya. Kabupaten Padang Pariaman yang Unggul Berkelanjutan, Religius, Sejahtera dan Berbudaya. Pelaksanaan Pesantren Ramadan ini merupakan salah satu dari empat kata kuncinya, yaitu Religius.
“Padang Pariaman yang Religius adalah terciptanya masyarakat Kabupaten Padang Pariaman yang menjunjung tinggi norma-norma agama dan nilai-nilai islami, berpegang teguh pada ajaran agama dan menjadikan agama sebagai pondasi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Anwar mengatakan kegiatan pesantren Ramadan berlangsung selama 1 minggu yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMP/MTs se Kabupaten Padang Pariaman.
“Kegiatan Pesantren Ramadan di sekolah selain memberikan pengetahuan agama, juga memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk bersikap religius, nasionalis, mandiri, gotong royong. Sehingga memiliki semangat amar ma’ruf nahi munkar dan berakhlak mulia untuk mewujudkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin,” ujarnya. (*/vand).













