PASAMAN, ONtime.ID — Tahun 2026 dipastikan menjadi titik krusial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pasaman. Bupati Pasaman, Welly Suhery, mengirimkan pesan tegas kepada seluruh aparatur agar menjadikan tahun ini sebagai momentum pembuktian kinerja, bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.
Penegasan tersebut disampaikan Welly saat memimpin Apel Organik perdana Tahun 2026 yang turut dihadiri Wakil Bupati Parulian, Sekretaris Daerah Yudesri, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Di hadapan peserta apel, Welly menegaskan bahwa seluruh program pembangunan daerah kini memasuki fase penentuan: penguatan sekaligus pembuktian hasil kerja.
“Tahun Anggaran 2026 adalah tahun pembuktian. Tidak boleh ada program yang berjalan setengah hati. Semua akan dievaluasi secara ketat dan menjadi ukuran kinerja pimpinan OPD dan jajarannya,” tegasnya.
Menurut Welly, peran ASN menjadi faktor penentu keberhasilan visi dan misi daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD. Ia menilai, tanpa perubahan nyata dalam etos kerja aparatur, seluruh perencanaan hanya akan menjadi dokumen administratif semata.
Dalam arahannya, ia menekankan implementasi Program ASN Bangkit Bangga Melayani, Berkomitmen, dan Berintegritas sebagai landasan kerja di tahun ini. Disiplin waktu, etika komunikasi, serta orientasi pada pelayanan publik disebut sebagai indikator konkret integritas ASN.
“Jabatan itu amanah. Bukan sekadar posisi, tetapi pertanggungjawaban kepada Allah SWT dan masyarakat. Jika ASN lalai, yang dirugikan adalah rakyat,” ujarnya.
Selain menyoroti kinerja internal, Welly juga mengingatkan tantangan eksternal yang masih dihadapi daerah, khususnya potensi bencana hidrologi. Ia menuntut kehadiran ASN yang lebih responsif hingga ke tingkat nagari, bukan birokrasi yang lamban dan berjarak dari masyarakat.
Aspek akuntabilitas turut menjadi perhatian. Seluruh laporan pertanggungjawaban Tahun Anggaran 2025 diwajibkan rampung dan disampaikan langsung kepada Bupati sebagai bahan evaluasi awal memasuki tahun berjalan.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Welly juga menyinggung penyesuaian hak dan penerimaan ASN. Ia meminta aparatur tetap profesional dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Jika ada penyesuaian hak, terimalah dengan lapang dada. Semua kebijakan ini untuk kepentingan masyarakat Pasaman. ASN harus kuat secara mental dan ikhlas dalam pengabdian,” katanya.
Menutup arahannya, Welly menegaskan bahwa tahun 2026 bukan sekadar pergantian waktu, melainkan ujian karakter bagi seluruh ASN Pasaman.
“Hanya dengan aparatur yang berintegritas dan solid, cita-cita Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan dapat diwujudkan,” pungkasnya. (Agus)













