PESSEL, ONTIME.ID – Pandemi Covi-19 yang melanda berdampak terhadap penurunan cakupan imunisasi bagi anak di bawah lima tahun (Balita). Kondisi itu juga dialami oleh para balita di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.
Sekretaris Daerah Pessel Mawardi Roska menyebutkan, penurunan cakupan imunisasi akibat pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Pessel, tapi juga secara nasional. Sebab, di tingkat global cakupan imunisasi menurun dari 86 persen pada 2019 menjadi 83 persen di 2020. Jumlah anak yang tidak mendapat imunisasi dasar sebesar 23 juta orang. Sedangkan untuk Sumbar penurunan cakupan imunisasi dasar dari 78,9 persen pada 2019 menjadi 59,8 persen di 2021.
“Imunisasi yang dilakukan secara lengkap akan memberikan dampak positif terhadap anak guna mendapatkan kekebalan terhadap berbagai penyakit,” ujar Mawardi saat pencanangan Pekan Imunisasi Dunia (PID) tingkat kabupaten di Puskesmas Salido.
Ia menyebutkan, cakupan imunisasi lengkap bagi balita di Pessel juga mengalami penurunan selama pandemi, dari 90 persen cakupan imunisasi pada 2019, menurun menjadi 72,7 persen di 2020. Bahkan memasuki 2021 penurunannya menjadi 62,6 persen. Sedangkan untuk tingkat provinsi katanya, sebanyak 157.002 anak yang belum lengkap imunisasi.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Syahrizal Antoni, menjelaskan bahwa balita dikatakan lengkap imunisasinya jika pada usia 12 mereka sudah mendapatkan imunisasi dasar seperti HBO 1 kali, BGC 1 kali, DPTHbHib 3 kali, polio 4 kali, IPV 1 kali, dan MR 1 kali pula.
“Jika cakupan imunisasi dasar secara lengkap ini tidak tercapai, maka bisa menyebabkan kejadian luar biasa. Berdasarkan hal itu maka diperlukan upaya strategis di lapangan. Salah satunya melalui pendataan secara rinci per jenis imunisasi terhadap sasaran anak dibawah lima tahun,” katanya.
Melalui pencanangan PID itu, maka bagi anak yang belum lengkap imunisasinya diminta untuk segera melengkapinya pada tempat pelayanan yang telah disediakan, baik di posyandu, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya.
“Agar pencapaian bisa maksimal, maka pemerintah pusat melanjutkannya dengan Bulan Imunisasi Anak Nasional pada bulan Mei-Juni 2022 mendatang. Namun saya berharap PID tahun 2022 ini menjadi langkah awal bagi Pessel untuk kembali meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa imunisasi dapat melindungi anak dari berbagai penyakit,” tuturnya. (*/red)













