Peristiwa

Dari Pramugari Gadungan, Skandal Viral Nisya Berbalik Jadi Jalan Resmi Menuju Mimpi

682
×

Dari Pramugari Gadungan, Skandal Viral Nisya Berbalik Jadi Jalan Resmi Menuju Mimpi

Sebarkan artikel ini
Pramugari
Dari Pramugari Gadungan, Skandal Viral Nisya Berbalik Jadi Jalan Resmi Menuju Mimpi

JAKARTA, ONtime.ID — Kisah Nisya atau Khabrun Nisa, perempuan asal Palembang yang sempat menghebohkan publik karena aksinya menyamar sebagai pramugari Batik Air, kini memasuki babak baru yang tak terduga.

Di tengah tekanan sosial, hujatan warganet, dan sorotan media, Nisya justru mendapat tawaran langka: pendidikan pramugari 100 persen gratis dari lembaga penerbangan ternama.

Tawaran tersebut datang dari Aeronef Indonesia. Melalui akun Instagram resminya, @aeronefacademy.official, lembaga pendidikan penerbangan itu secara terbuka mengundang Nisya untuk mengikuti program resmi pendidikan pramugari sebagai bentuk empati dan dukungan moral.

“Gagal bukan akhir segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat,” tulis Aeronef Indonesia dalam pernyataan yang diunggah Selasa (13/1/2026). Pernyataan itu menegaskan bahwa niat Nisya untuk membahagiakan orang tua serta semangatnya mengejar cita-cita patut diarahkan melalui jalur yang benar.

Aeronef menilai perjuangan Nisya layak mendapat kesempatan kedua. Karena itu, lembaga tersebut menawarkan pendidikan pramugari resmi lengkap dengan pembekalan ilmu dan sertifikasi sah, tanpa pungutan biaya sepeser pun.

“Kami secara resmi memanggil Kak Nisa untuk mengikuti Pendidikan Pramugari (100 persen gratis) di Aeronef Indonesia. Kami ingin membantu Kak Nisa mengenakan seragam pramugari yang sesungguhnya dengan cara yang benar,” lanjut pernyataan tersebut.

Pihak Aeronef juga meminta Nisya menghubungi mereka secara langsung melalui pesan pribadi Instagram untuk menindaklanjuti proses pendidikan yang ditawarkan.

Kabar ini langsung memantik reaksi luas dari warganet. Banyak yang memuji langkah Aeronef Indonesia sebagai wujud kepedulian nyata, bukan sekadar sensasi. Di tengah banjir komentar, publik menilai kasus Nisya seharusnya tidak hanya dilihat sebagai kesalahan, tetapi juga sebagai cermin rapuhnya akses dan informasi bagi mereka yang mengejar mimpi di dunia penerbangan.

Sejumlah warganet bahkan menegaskan bahwa tawaran ini bukan “aji mumpung”, melainkan empati. Dukungan moral terus mengalir, disertai harapan agar Nisya benar-benar mampu membuktikan diri dan bangkit dari keterpurukan.

Di sisi lain, teka-teki keberadaan Nisya pasca viral masih menjadi perhatian. Setelah video klarifikasinya tersebar luas, Nisya seolah menghilang. Kediamannya di Kelurahan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, dilaporkan tertutup rapat. Pintu dan pagar rumah tampak terkunci, hanya terlihat beberapa kerabat dekat.

Seorang kerabat bernama Zarkasih mengaku keluarga besar hanya mengetahui kasus tersebut dari tayangan televisi. Mereka mengaku terkejut dan sedih, namun tidak memahami secara utuh motif di balik penyamaran Nisya.

“Kami tidak tahu persoalannya apa. Tahu-tahu tetangga bilang Nisya masuk TV. Awalnya saya nangis, apa salah dia,” ujar Zarkasih, Sabtu (10/1/2026).

Zarkasih menyebut, keluarga Nisya memang jarang berada di kampung halaman. Orang tua Nisya diketahui memiliki rumah di Palembang dan hanya sesekali pulang ke Muara Kuang.

Di tengah simpang siur kabar dan perdebatan publik, tawaran dari Aeronef Indonesia kini menjadi titik balik penting. Publik menanti apakah Nisya akan merespons uluran tangan tersebut dan menjadikannya sebagai jalan resmi untuk mewujudkan mimpi lama yang sempat ditempuh dengan cara keliru.

Jika tawaran itu benar-benar diterima, kisah Nisya bisa berubah dari skandal menjadi cerita tentang kesempatan kedua, keberanian untuk mengakui kesalahan, dan tekad bangkit melalui jalan yang benar. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID