SOLOK KOTA, ONtime.ID–Pemerintah Kota Solok terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk memajukan prestasi olahraga di daerah itu.
Hal itu terlihat ketika Wali Kota Solok H. Zul Elfian Umar, SH, M.Si audiensi dengan Ketua Umum KONI Pusat, di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/8).
Turut mendampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok Nurzal Gustim, Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, Pranata Humas Muda Yopi Permana serta Kasubag Umum Dispora Yulindo.
Kepada Ketua Koni Pusat, Zul Elfian melaporkan kondisi Kota Solok terkini khususnya dalam pengembangan keolahragaan, mulai dari prestasi olahraga sampai rencana Kota Solok tuan rumah porprov tahun 2025.
Wako mengungkapkan bahwa olahraga menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Solok dalam membangun dan mengembangkan pembangunan karakter dan jati diri bangsa serta pembentukan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Namun, saat ini menjadikan olahraga sebagai salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi masyarakat juga sangat membantu Pemerintah Daerah di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah melalui sport tourism.
Pembangunan dan pengembangan prasarana olahraga yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kota Solok menjadi salah satu prioritas, yang keberadaannya saat ini masih sangat minim dan belum memenuhi standar prasarana olahraga, baik untuk prasarana olahraga tradisional maupun prasarana olahraga modern.
Penekanan wako lebih pada upaya percepatan penyelesaian stadion H. Marah Adin yang telah sampai ke tahap IV dari V tahapan yang direncanakan. Ia juga menyampaikan selama ini telah dilakukan pelaksanaan melalui APBD Kota Solok dan juga Bantuan Keuangan Khusus dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Mengingat satu-satunya Kota yang belum memiliki stadion bola serta ditambah lagi rencana keinginan Kota Solok menjadi tuan rumah Porprov 2025. Penyelesaian stadion menjadi sangat prioritas. Akan tetapi, keterbatasan keuangan daerah menjadi kendala dalam penyelesaiannya. Mohon juga dukungan pak Ketum dengan juga ikut mengkomunikasikan dengan kemenpora,” ungkap Wako.
Menjawab harapan itu, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman didampingi Wakil I Ketua Umum Mayjen TNI (Purn) Suwarno, Kabid Pembinaan Prestasi Gugun Yudinar dan Kabid Humas Effendi Soen, berjanji akan membantu Wako dalam hal upaya percepatan penyelesaian pembangunan Stadion Sepak bola H. Marah Adin Kota Solok.
“Terkait tuan rumah Porprov saya sarankan pak Wali untuk dapat mengkomunikasikan kembali dengan Gubernur termasuk KONI, PON baru selesai di 2024, tentunya 2025 merupakan persiapan. Ada baiknya porprov dilaksanakan tahun 2026 karena PON berikut di 2027. Disamping kelapangan waktu mempersiapkan kelengkapan venue penyelenggara juga ada waktu persiapan atlet. Karena dari hasil evaluasi penyelenggaraan porprov di beberapa provinsi, kecenderungan persiapan Atlet yang jauh dari siap, sehingga resiko cedera dapat diminimalisir,” ungkap Ketum.
Untuk pembinaan prestasi olahraga Marciano mengingatkan Wako untuk lebih memprioritaskan cabor yang menjadi unggulan daerah dari 17 cabor yang masuk Desain Besar Olahgaga Nasional.
“Disamping pembinaan prestasi secara keseluruhan cabor tentunya ada yang menjadi unggulan di daerah. Dan pesan saya sesuaikan dengan potensi cabor yang ada di Kota Solok dan itu dijadikan unggulan untuk mewakili daerah dalam PorProv, PorWil maupun PON,” kata Marciano.
“Prinsipnya KONI sekarang memberi ruang kepada seluruh daerah, KONI dan akan mendampingi serta mendukung dalam pembinaan dan peningkatan kemajuan olahraga di daerah,” ucap Marciano.
Wako Datangi Kemenpora
Sehari usai bertemu dengan ketua umum Koni Pusat Marciano Norman, Wali Kota Solok H.Zul Elfian Umar, SH, M.Si juga melakukan audiensi dengan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dr. Surono, S.Pd., M.Pd, di Kantor Kemenpora RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/8).
Dalam audiensi tersebut, Wako kembali menyampaikan upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan Kota Solok dalam pengembangan olahraga terutama dalam pengembangan olahraga prestasi.
“Alhamdulillah pasca pandemi kembali perlahan mulai giat kegiatan olahraga kita laksanakan baik olahraga pendidikan, masyarakat maupun olahraga prestasi” ungkap Wako.
Khusus olahraga prestasi wako menyampaikan Kota Solok senantiasa menggelar kejuaraan olahraga dalam rangka memenuhi kebutuhan pelaku olahraga dalam peningkatan prestasi yang sempat terganggu dengan adanya covid-19.
“Sehingga sangat terasa betul kekurangan fasilitas dan prasarana olahraga dengan kebutuhan olahraga yang bertambah banyak cabor yang aktif di Kota Solok sebelum dan pasca pandemi,” jelas Zul Elfian Umar.
Lebih khusus Wako menyampaikan keinginan dan harapannya yang sangat membutuhkan dukungan Kemenpora yakni upaya percepatan penyelesaian stadion H. Marah Adin yang telah sampai ke tahap IV dari V tahapan yang direncanakan. Beliau juga menyampaikan selama ini telah dilakukan pembangunan melalui APBD Kota Solok dan juga Bantuan Keuangan Khusus dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Kota Solok satu-satunya Kota di Sumbar yang belum pernah menjadi tuan rumah porprov karena tidak memiliki stadion. Oleh karenanya saat ini kita sedang berupaya untuk pembangunannya, yang dimulai melalui dana APBD Kota dan Bantuan Keuangan Khusus Provinsi. Namun, keterbatasan keuangan daerah menjadi kendala dalam penyelesaiannya. Sangat besar harapan Kemenpora dapat merekomendasikan ke KemenPUPR untuk mendapat dukungan dana pembangunan dari PUPR,” ungkap Wako.
Menjawab itu, Surono menyampaikan apresiasinya atas semangat dan perhatian serius pemerintah kota dalam pengembangan keolahragaan terutama olahraga prestasi.
“Terima kasih dan apresiasi dari kami atas semangat dan keseriusan pak wali beserta stakeholder di daerah dalam pengembangan olahraga. Pada prinsipnya kami siap mendukung apa yang menjadi harapan pak Wali,” ungkap Deputi.
Terkait pengembangan olahraga prestasi pihaknya mengharapkan daerah dapat memiliki roadmap keolahragaan ataupun rencana induk keolahragaan sehingga lebih terpetakan secara menyeluruh setiap upaya yang dilakukan baik SDM olahraga, Prasarana, termasuk tahap pertahapan perencanaan dan penganggaran.
“Dengan memiliki rencana induk olahraga kedepan pak wali akan lebih mudah untuk melakukan langkah strategis dan kebijakan termasuk kebutuhan anggaran. Dengan demikian nanti akan terlihat sejauh mana dalam rencana induk itu kami dapat ikut berperan membantu rencana pak Wali” terang Surono.
Terkait rekomendasi Stadion untuk ke Kemen PUPR Surono lebih jauh menceritakan kondisi keuangan KemenPUPR saat yang konsern dalam pembangunan stadion yang telah terprogram dalam Instruksi Presiden pasca tragedi kanjuruhan serta persiapan piala dunia U17 november mendatang. Namun demikian, pihaknya akan tetap berupaya membantu walau saat ini kemenpora hanya merekomendasi pembangunan stadion di Kota Medan yang nantinya akan dipakai untuk PON 2024.
“Saat ini kondisi keuangan yang menjadi kendala kami untuk memenuhi harapan pak wali. Yang tersedia di kemen PUPR hanya terkonsentrasi pada 22 stadion yang telah diassesment pasca tragedi kanjuruhan dan persiapan piala dunia U 17 November mendatang.
Selain itu anggaran di Kemenpora juga sangat minim. Namun saya berharap dengan adanya rencana induk keolahragaan yang disiapkan, nantinya akan memudahkan kami untuk melihat tahapan pertahun baik fisik maupun non fisiknya. Dan kami akan siap membantu,” ucap Surono. (vand)










