Peristiwa

Diduga Ada Kedekatan Dengan Sony Sanjaya, “DSN” Bos MBG Miliki Puluhan SPPG di Sumbar

291
×

Diduga Ada Kedekatan Dengan Sony Sanjaya, “DSN” Bos MBG Miliki Puluhan SPPG di Sumbar

Sebarkan artikel ini
BGN
Diduga Ada Kedekatan Dengan Sony Sanjaya, "DSN" Bos MBG Miliki Puluhan SPPG di Sumbar

PADANG, ONtime.ID — Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumareta Barat (Sumbar) diduga kuat terafiliasi erat pada satu sosok perempuan yang dipanggil Bos MBG. Si perempuan disebut sebagai salah satu orang dekat mantan penjabat Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini sedang diproses hukum.

Penelusuran media, perempuan yang disebut sebagai Bos MBG Sumbar itu berinisial DSN, warga Sungai Beringin, Kabupaten Limapuluh Kota. Dia memiliki empat yayasan yang dibuat khusus untuk menjadi pengelola dapur MBG. Salah satunya adalah Yayasan GBM yang punya banyak titik dapur MBG di Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Penelusuran ONtime.ID, setidaknya, lewat empat yayasan yang dimilikinya, DSN memiliki lebih dari 20 titik dapur MBG di Sumatera Barat. “Setidaknya, lewat tiga yayasan saja, Ibu DSN yang kami sebut sebagai Bos MBG, punya 24 titik dapur. Wilayahnya tersebar di Sumbar, seperti Solok, Payakumbuh dan Padang,” terang seorang pengusaha asal Padang yang mengaku pernah dikenalkan temannya dengan DSN.

Lantas, bagaimana bisa DSN memiliki puluhan dapur MBG? Kabarnya, DSN bisa mendaftarkan yayasannya dengan gampang ke BGN lewat jalur khusus. Bahkan disebutkan, walau portal pendaftaran pengelolaan MBG yang dimiliki BGN offline, DSN tetap juga bisa mendaftar dan mengambil titik dapur.

[irp posts=”37565″ ]

“DSN sering menyebutkan kepada calon-calon investor kalau dia punya orang dekat di BGN. Dia punya relasi, jadi dia bisa saja mengorder titik dapur MBG dengan gampang. Kalau kita yang tidak punya relasi, sangat sulit. Saya saja punya satu dapur, dan untuk mendapatkannya sangat susah,” tutur sumber yang juga memiliki dapur MBG.

“Jadi intinya, kalau mau menjadi pengelola dapur MBG di Sumbar, orang tidak mendaftar ke BGN, tapi mintanya ke DSN. Puluhan titik dapur sudah dia kunci. Katanya DSN itu punya link khusus ke Badan Gizi Nasional. Banyak orang yang mau mengelola dapur MBG mintanya ke DSN bukan ke BGN,” ungkapnya.

DSN tidak langsung mengelola dapur. Dia menggandeng investor untuk mengoperasikan dapur yang dia miliki. Investor DNS disebutkan datang dari beragam kalangan, dari pengusaha, anggota DPRD hingga pejabat daerah.

“Dia kerjasama dengan investor. Tititk dapur tetap atas nama yayasannya, tapi yang mengelola orang lain. DSN nanti keliling saja ke setiap dapurnya. Melakukan monotoring dan memastikan dapur dibangun tepat waktu sesuai dengan tenggat yang diberikan oleh BGN,” ujar narasumber yang enggan namanya disebutkan.

[irp posts=”37561″ ]

Muncul dugaan DSN melakukan praktik di luar ketentuan dalam pengelolaan titik dapur MBG. Pola yang dimainkan, bukan jual beli titik dapur, tapi menarik fee dari pengelola yang jumlahnya disebut puluhan juta. “Setahu saya, DSN tidak menjual dapurnya, tapi dia kerjasama dengan investor. Dia mendapat bagian dari setiap keuntungan,” papar sumber lainnya.

Sementara itu DSN saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp dengan nomor 081374966xxx belum memberi tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Tata kelola dapur MBG saat ini jadi sorotan publik setelah sejumlah orang, termasuk pejabat teras Badan Gizi Nasional (BGN) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Kasus ini masih bergulir, bahkan Jaksa Agung meminta seluruh kejaksaan di daerah untuk melakukan pengusutan jika ada praktik kotor dalam pengelolaan dapur MBG.

“Kejaksaan Agung akan segera memerintahkan kepada daerah-daerah untuk mengekspose segera beberapa SPPG-SPPG yang diduga ada indikasi-indikasi atau keterlibatan,” kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna beberapa waktu lalu. (tim)

[irp posts=”37558″ ]

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID