Peristiwa

Diduga Ada Penyimpangan Proyek Rabat Beton 2023, Mantan Kepling Bongkar Dugaan Praktik Korupsi Lurah Tapian Nauli

260
×

Diduga Ada Penyimpangan Proyek Rabat Beton 2023, Mantan Kepling Bongkar Dugaan Praktik Korupsi Lurah Tapian Nauli

Sebarkan artikel ini
Proyek

TAPANULI SELATAN, ONtime.ID — Dugaan penyimpangan dana dalam proyek pembangunan rabat beton tahun 2023 di Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, mulai terkuak ke publik.

Hal ini terungkap setelah mantan Kepala Lingkungan (Kepling) berinisial B. Telaumbanua mengaku bahwa pelaksanaan proyek tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menurut pengakuan B. Telaumbanua, dana yang seharusnya diterima untuk pekerjaan proyek rabat beton berdasarkan RAB sebesar Rp50 juta, namun yang diberikan oleh Lurah Tapian Nauli berinisial S.TB hanya sebesar Rp30 juta.

“Dari RAB seharusnya 50 juta, tapi yang diberikan hanya 30 juta. Jadi, pekerjaan pun disesuaikan dengan nominal itu,” ujar B. Telaumbanua kepada awak media.

Akibat pengurangan dana tersebut, kualitas dan volume bangunan pun tidak sesuai dengan ketentuan awal. Dalam dokumen perencanaan, rabat beton direncanakan berukuran 15 cm x 100 cm x 150 meter, namun hasil di lapangan hanya 5 cm x 100 cm x 140 meter. Kondisi ini membuat bangunan tidak bertahan lama dan mudah rusak.

B. Telaumbanua mengungkapkan, ia baru membeberkan persoalan ini setelah merasa tidak lagi dihargai oleh lurah dalam pengelolaan proyek tahun anggaran 2025. Selain tidak dilibatkan, ia juga menilai adanya kejanggalan dalam penempatan proyek di wilayahnya yang mengarah ke Kampung Dolok Tapalan.

“Selama ini hal itu kami rahasiakan, tapi karena sudah tidak ada keadilan dan saya tidak dilibatkan lagi, saya putuskan untuk buka semuanya,” tambahnya.

Selain proyek rabat beton, B. Telaumbanua juga menyinggung dugaan pungutan dari masyarakat terkait program lampu tenaga surya yang hingga kini, setelah empat tahun, belum terealisasi.

Saat dikonfirmasi di kantornya, Lurah Tapian Nauli berinisial S.TB membantah tudingan tersebut dan menyebut bahwa ketidaksesuaian pekerjaan merupakan kelalaian dari pihak kepling.

“Itu kelalaian dari kepling. Semua bukti penerimaan uang dan dokumen anggaran ada di saya,” ujar S.TB kepada wartawan.

Masyarakat Minta Inspektorat Turun Tangan

Munculnya dugaan penyelewengan ini menimbulkan kecurigaan masyarakat bahwa proses pengawasan terhadap proyek di Kelurahan Tapian Nauli selama ini lemah. Warga berharap Inspektorat Daerah Tapanuli Selatan serta pihak penegak hukum segera turun tangan untuk menelusuri dugaan penyimpangan yang terjadi.

“Kami harap inspektorat dan aparat penegak hukum menindak tegas oknum-oknum yang menyalahgunakan jabatan,” ungkap salah seorang warga setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut ke Inspektorat Daerah Tapsel mengenai sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap proyek-proyek kelurahan di wilayah tersebut. (Asa Hulu)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID