Politik

Dihadiri BI Dan Bank Nagari, Ketua DPRD Sumbar Jaring Aspirasi Ratusan Pelaku UMKM

548
×

Dihadiri BI Dan Bank Nagari, Ketua DPRD Sumbar Jaring Aspirasi Ratusan Pelaku UMKM

Sebarkan artikel ini
DPRD
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat menampung aspirasi pelaku UMKM dalam kegiatan reses yang Ia laksanakan

PAYAKUMBUH, ONTIME.ID – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih jadi penggerak utama perekonomian Sumatera Barat dan Indonesia.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi

Sebagai langkah untuk terus mengangkat derajat UMKM di daerah, Ketua DPRD Sumbar Supardi melaksanakan reses perorangan dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat di Dapil V Sumbar dengan menghadirkan ratusan pelaku UMKM dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan ini berlangsung di Agam Jua Cafe, Payakumbuh, Selasa (25/7).

Untuk memastikan pelaku UMKM di dua daerah tersebut dapat langsung berkonsultasi dengan stakeholder terkait, Kegiatan reses ini juga dihadiri Kepala Bank Indonesia (BI) Sumbar, Endang Kurnia Saputra, Staf Ahli Direksi Bank Nagari Afnizon, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Endrizal, Dinas Koperindag Sumbar yang diwakili Kabid Industri Non Agro, Wahendra.

“UMKM itu motor penggerak ekonomi, 90 persen lebih ekonomi kita itu digerakkan oleh UMKM. Kemarin setelah Covid-19 UMKM kita itu porak poranda, hampir separuh UMKM kita itu hancur. Tentu punya kewajiban kita untuk bisa membangkitkan kembali. Makanya pada hari ini, salah satu reses kita itu mencoba untuk bisa berkonsentrasi terhadap UMKM, kita undang pelaku UMKM di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, kemudian kita undang stakeholder yang konsen tentang masalah UMKM,” ujar Supardi.

Pada saat sesi dialog dengan pelaku UMKM, sebagian besar menanyakan terkait bantuan permodalan dan packaging atau pengemasan untuk produk yang mereka hasilkan.

Menjawab hal itu, Supardi menyebut bahwa pihaknya sudah berdiskusi dengan pihak BI yang menyebut bahwa mereka menyediakan bantuan untuk packaging dan juga bantuan peralatan-peralatan lain.

“Kalau modal memang kita tidak menyediakan, tapi kita menyediakan semacam bimtek juga nanti diiringi bantuan-bantuan peralatan dan lain sebagainya,” tambah dia.

Kepala BI Sumbar, Endang Kurnia Saputra berfoto bersama dengan Ketua DPRD Sumbar, Supardi

Kepala BI Sumbar, Endang Kurnia Saputra menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Sumbar, Supardi yang berkenan mengundang pihaknya ke Payakumbuh untuk dipertemukan langsung dengan pelaku UMKM.

“Jadi BI memang salah satu misi di sini adalah menumbuhkan ekonomi. Sebanyak 98 persen perekonomian Sumbar dan Indonesia pada umumnya, pelaku usahanya masih UMKM,” katanya.

Untuk Payakumbuh, ujar dia, pelaku UMKM-nya cukup kuat di industri rumahan dalam bidang kuliner, khususnya rendang.

 

“Tadi kita sepakat untuk bisa sama-sama membina UMKM berorientasi ekspor yang memproduksi bumbu rendang, yang masih harus ditingkatkan packaging atau kemasan, ini harus masih improvement. Kedua kulitas, tinggal disentuh sedikit lagi ini sudah baik. Kemudian pengelolaan keuangan, bagaimana pelaku UMKM mengelola keuangan, ini penting,” terangnya.

Sementara itu, Staf Ahli Direksi Bank Nagari Afnizon menyebut bahwa pihaknya sebagai lembaga perbankan siap berkolaborasi untuk pengembangan UMKM di Sumbar.

“Kangan ragu datang ke Bank Nagari karena bank ini adalah milik masyarkat Sumbar. Program khusus untuk sektor UMKM itu ada KUR, KPUM, SiMamak. Itu masih bisa dimanfaatkan,” katanya.

Reses perorangan Ketua DPRD Sumbar, Supardi yang menghadirkan ratusan pelaku UMKM dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota

Menurut Afnizon, yang terpenting adalah bagaimana pelaku UMKM itu mau datang ke Bank Nagari. “Kalau ragu silahkan ditanya. Jangan apa-apa segan,” tambahnya.

Kepala Dinas UMKM Sumbar, Endrizal menyebut bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar memiliki program unggulan untuk menciptakan 100 ribu millennial entrepreneur dan women entrepreneur.

“Langkah yang kita lakukan dengan anggaran yang terbatas, maka kita harus berkolaborasi dengan semua pihak. Dengan Anggota DPRD, dengan perbankan, dengan swasta,” terangnya. (vand)