PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Padang Pariaman menyeerahkan Infak Kemanusiaan untuk Membasuh Luka Palestina sebesar Rp381 juta lebih kepada Baznas Padang Pariaman.
Infak tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur kepada Ketua Badan Amil Zakat (Baznas) Padang Pariaman, Rahmat di Hall IKK Parit Malintang, Selasa (23/1).
Ketua Baznas Padang Pariaman, Rahmat mengatakan, pengumpulan donasi untuk Palestina tersebut berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Baznas Padang Pariaman kepada beberapa instansi. “Khusus Disdikbud, telah melaksanakan pengumpulan dari guru-guru dan sekolah yang ada di Padang Pariaman. Alhamdulillah terkumpul Rp381 juta lebih,” kata Rahmat.
Lebih lanjut, Ketua GP Ansor Sumbar ini mengatakan, pengumpulan donasi untuk Palestina juga dilakukan oleh Pemuda Relawan Piaman bersama 28 organisasi masyarakat Padang Pariaman lainnya. “Sehingga total donasi yang berhasil dikumpulkan adalah Rp467.456.000,” ucapnya.
Ia menerangkan, donasi itu akan disalurkan secara langsung kepada Baznas RI di Jakarta yang kemudian akan diberikan oleh Pemerintah RI kepada Palestina.
Pada kesempatan itu, Rahmat juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Padang Pariaman yang telah menyalurkan donasi kepada pemerintah daerah dan Baznas. “Kami berharap semoga donasi ini bisa membantu meringankan beban rakyat Palestina,” katanya.
Sementara itu, Bupati Suhatri Bur menyampaikan, Pemkab mengutuk keras invasi militer Israel ke Jalur Gaza.
“Negara kita dan Padang Pariaman tidak menerima segala bentuk penjajahan dan kezaliman yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap suatu bangsa apalagi secara jelas dalam UUD Republik Indonesia menyebutkan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan,” ujar Suhatri Bur.
Ia juga menyampaikan duka yang sangat mendalam terhadap apa yang sedang dialami oleh saudara-saudara di Palestina. Pasalnya, akibat invasi militer Israel, puluhan ribu jiwa telah menjadi korban dan hampir setengahnya adalah anak-anak. (vand)













