SOLOK, ONTIME.ID- DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Solok membuka pintu lebar untuk bergabungnya orang-orang, atau tenaga baru yang ingin berjuang bersama partai berlambang matahari ini.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua DPD PAN Kota Solok Angry Nursya atau yang akrab disapa Ngelai kepada ONTIME.ID, Minggu (8/5).
“Sesuai arahan dari Pak Epyardi Asda mungkin setelah beliau pulang dari Mekah akan ada revisi. Dalam hal ini saya selaku ketua dan pengurus lainnya pada dasarnya sudah welcome bergabungnya kekuatan baru yang masuk ke PAN,”ucap Ngelai yang telah dilantik menjadi Ketua DPD PAN Kota Solok sejak Mei 2021 lalu.
Dijelaskannya, dengan adanya kekuatan baru, perjuangan akan lebih maksimal. Apalagi jika yang bergabung lebih dari satu orang. “Akan ada gerbong yang ikut bergabung ke PAN dan ini tentu bersinergi dengan PAN Kota Solok,”ucapnya.
Ia menyebut, tidak menutup kemungkinan jika salah satu tokoh politik di Kota Solok yang akan bergabung itu adalah Yutris Chan atau sering disapa Boris. Pria berkumis itu sebelumnya dikenal sebagai kader Golkar dan memiliki loyalis yang besar.
Sinyal ini terlihat ketika beberapa kali mantan Ketua DPRD Kota Solok itu bertemu dengan Ketua DPP PAN Epyardi Asda yang saat ini menjadi Bupati Solok.
Bukan tanpa alasan, seperti diketahui Epyardi Asda adalah Ketua DPP PAN yang mempunyai jaringan kuat dan berteman baik dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).
Begitu juga dengan Athari Gauthi Ardi yang menjabat Wasekjen DPP PAN. Anak sulung Epyardi Asda ini mempunyai komunikasi yang baik dengan DPP.
Angry Ngelai mengakui, diperlukan tokoh yang memiliki karakter kuat dan melekat di masyarakat. Tentu itu menjadi salah satu dari sekian indikator yang diambil untuk PAN.
Meski begitu Ngelai tidak dapat memastikan soal bergabungnya Boris dan statusnya menjadi ketua DPD. Hal tersebut tentu atas persetujuan DPP.
Seperti diketahui pada Pilkada 2019-2024, PAN salah satu partai pengusung pasangan Zul Elfian-Ramadhani Kirana Putra. Sementara Boris dengan pasangannya Irman Yefri Adang adalah rival dalam pemilihan itu. Meski diindikasikan pada waktu itu ada kader PAN yang malah mendukung Boris. (*/red)













