Kab. Pasaman Barat

Pasbar Kembali Merayakan Tradisi Manjalang Buya Lubuk Landur

529
×

Pasbar Kembali Merayakan Tradisi Manjalang Buya Lubuk Landur

Sebarkan artikel ini
pasbar
Masyarakat Pasaman Barat kembali menggelar Tradisi Manjalang Buya Lubuk Landur yang sempat ditiadakan selama pandemi Covid-19.

PASBAR, ONTIME.ID—  Masyarakat Pasaman Barat memiliki tradisi khusus setelah ibadah Puasa 6 Bulan Syawal yaitu Manjalang Buya Lubuk Landur.

Tradisi yang telah digelar secara turun temurun ini sempat ditiadakan selama dua tahun pandemi Covid-19

Manjalang Buya Lubuk Landur ini dibuka oleh Bupati Pasbar Hamsuardi di Kantor Wali Nagari Aua Kuning, Selasa (10/5). Kemudian dilanjutkan dengan Iringan jalan kaki dari Bundo Kanduang yang menjujuang jamba, diiringi juga oleh kepala daerah, Niniak Mamak, KAN, alim ulama unsur masyarakat adat dan stakeholder terkait lainnya.

Kegiatan tersebut merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka menghormati Syekh Lubuk Landur, di mana Jorong Lubuk Landur menjadi salah satu pusat pengembangan agama Islam di Pasaman Barat.

Acara adat ini yang dilaksanakan di Surau (Mushala) Buya Lubuak Landua yang biasanya diadakan pada hari ke enam setelah lebaran. Surau ini didirikan oleh Buya Lubuak Landua yang dimanfaatkan masyarakat selain untuk beribadah sehari-hari juga untuk Basuluak pada waktu-waktu tertentu. Masyarakat juga kerap datang ziarah ke makam Syekh Lubuak Landua.

Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi menyampaikan, tradisi Manjalang Buya Lubuk Lundur tersebut merupakan momentum bagi pemuda untuk mempersiapkan diri menjadi niniak mamak, sehingga tradisi terus berjalan setiap tahunnya.

“Memang dua tahun terakhir tidak dilaksanakan karena pandemi Covid-19. Alhamdulillah sekarang dilakukan dan berjalan dengan lancar. Saya harapkan kegiatan ini terus dijaga dan dilanjutkan dari tahun ke tahun. Mengingat tapi silaturahmi dengan masyarakat Pasbar,”kata Hamsuardi.

Hamsuardi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan kegiatan Manjalang Buya Lubuk Landur tersebut, sehingga terlihat Adat basandi Syara’ Syara’basandi kitabullah terpelihara dengan baik di Pasbar.

“Adat mamakai Syara’ mangato. Harus terus kita pelihara di bumi mekar Tuah Basamo ini,”katanya.

Bukan itu saja, kegiatan keagamaan yang dilakukan di Surau Lubuk Landur juga selaras dengan program pemerintah daerah setempat. Seperti hafiz Al-Quran, mengaji setiap rumah di Pasbar. (*/red)