Kab. Padang Pariaman

Dugaan Malpraktik di RS Aisyiyah Pariaman, Pasien Bersalin Meninggal Dunia, Keluarga Tuntut Pertanggungjawaban

1853
×

Dugaan Malpraktik di RS Aisyiyah Pariaman, Pasien Bersalin Meninggal Dunia, Keluarga Tuntut Pertanggungjawaban

Sebarkan artikel ini
Malpraktik
Dugaan Malpraktik di RS Aisyiyah Pariaman, Pasien Bersalin Meninggal Dunia, Keluarga Tuntut Pertanggungjawaban

PARIAMAN, ONtime.ID — Dugaan malpraktik dan kelalaian serius kembali mencoreng dunia pelayanan kesehatan di daerah. Seorang pasien bersalin bernama Nadila (22), warga Nagari Sunua Korong Malintang, Kecamatan Nan Sabaris, meninggal dunia setelah melahirkan anak pertamanya.

Peristiwa tragis ini menyeret nama dokter sekaligus pejabat publik, Engga Lift Irwanto yang diduga lalai bersama tim medis dalam menangani pasien.

Insiden memilukan tersebut terjadi setelah Nadila mendapatkan penanganan di RS Aisyiyah Pariaman sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit lain dalam kondisi kritis. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong setibanya di RSUD Padang Pariaman.

Kematian Nadila sontak memicu kemarahan dan kekecewaan mendalam dari pihak keluarga. Suaminya, Zizi, secara tegas menyampaikan bahwa ada kejanggalan dalam proses penanganan medis yang diterima istrinya.

[irp posts=”35347″ ]

“Saya sangat menyesalkan tindakan dokter Engga dan tim medis. Saya menilai mereka lalai dan tidak memiliki rasa kemanusiaan dalam menangani persalinan istri saya. Kondisinya semakin memburuk, tapi justru dirujuk dalam keadaan kritis. Sampai akhirnya istri saya meninggal dunia,” ungkap Zizi dengan nada penuh emosi, Sabtu (11/04/2026).

Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Menurut keterangan keluarga, sejak awal kondisi Nadila sudah menunjukkan tanda-tanda membutuhkan penanganan serius dan cepat. Namun, respons tim medis dinilai lamban dan tidak profesional, sehingga memperburuk kondisi pasien.

Sorotan tajam juga datang dari Ketua DPW REPRO Sumbar, Roni secara terbuka mengecam dugaan kelalaian tersebut.

“Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ini menyangkut nyawa manusia, bukan hal yang bisa dianggap sepele. Jika benar terjadi kelalaian atau bahkan malpraktik, maka ini harus diusut tuntas. Tidak boleh ada pembiaran,” tegas Roni.

[irp posts=”35344″ ]

Ia menilai, lambannya tindakan medis serta keputusan merujuk pasien dalam kondisi yang sudah memburuk menunjukkan adanya indikasi kuat ketidaksiapan dan ketidakprofesionalan dalam penanganan kasus persalinan tersebut.

Lebih jauh, Roni juga menyoroti posisi dokter Engga yang merangkap sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Menurutnya, jabatan tersebut seharusnya menjadi cerminan profesionalisme, bukan justru memunculkan persoalan serius di lapangan.

“Seorang kepala dinas kesehatan harus menjadi contoh dalam pelayanan medis. Kalau justru muncul dugaan seperti ini, tentu menjadi pertanyaan besar bagi publik,” tambahnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat, khususnya di wilayah Padang Pariaman. Dugaan malpraktik bukan hanya menyangkut kesalahan prosedur, tetapi juga menyentuh aspek etika dan tanggung jawab moral tenaga medis terhadap pasien.

Dalam standar pelayanan kesehatan, setiap pasien berhak mendapatkan penanganan cepat, tepat, dan manusiawi, terutama dalam kondisi kritis seperti persalinan pertama. Keterlambatan sedikit saja dapat berakibat fatal, sebagaimana yang diduga terjadi dalam kasus ini.

[irp posts=”35341″ ]

Keluarga korban mendesak adanya investigasi menyeluruh dan transparan terhadap tindakan medis yang dilakukan. Mereka berharap ada kejelasan, sekaligus keadilan atas meninggalnya Nadila.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak RS Aisyiyah maupun dari dr. Engga Lift Irwanto terkait tudingan yang mengarah kepadanya. Sikap diam ini justru semakin memperkuat tekanan publik agar kasus ini segera diusut secara terbuka.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi sistem pelayanan kesehatan di daerah. Jika dugaan malpraktik dan kelalaian benar terbukti, maka ini bukan sekadar kesalahan individu, tetapi kegagalan sistem yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat luas.

Publik kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang. Apakah kasus ini akan diusut secara serius, atau kembali berakhir tanpa kejelasan seperti kasus-kasus serupa sebelumnya.

Yang pasti, satu nyawa telah melayang. Dan pertanyaan yang tersisa, siapa yang harus bertanggung jawab? (tim)

[irp posts=”35336″ ]

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID