PARIAMAN, ONTIME.ID – Keberadaan Eks Kapal Perang Teluk Bone 511 di pinggir Pantai Pauh Kota Pariaman secara perlahan menyebabkan abrasi. Penggerusan pasir pantai yang berlangsung terus-menerus mulai mengancam keberadaan pohon dan area parkir sekitar.
Berdasarkan pantauan ONtime.ID, Senin (20/5), satu batang pohon kecil di tepi Pantai Talao Pauh nyaris tumbang. Sejajar dengan itu, dua pohon cemara laut yang menjadi tempat terlilitnya tali kapal sudah mulai kehilangan tanah pasir di sekitar akarnya.
Keberadaan pohon-pohon tersebut berdekatan dengan kawasan parkir. Salah seorang pedagang setempat, Herison Saptono (55) mengkhawatirkan, apabila abrasi masih berlanjut, maka tidak hanya pohon, tetapi jejeran paving block area parkir juga ikut runtuh.
“Saya takutnya, kalau pohon ini tumbang, maka paving block ini juga akan jatuh ke bawah. Karena tanah yang ada di sini adalah pasir, dan tentunya bisa berimbas juga pada tempat dagang saya,” katanya, Senin (20/5).
Herison merupakan pedagang makan minum yang mendirikan lapak di tepi Pantai Pauh. Pijakan tempat warungnya berada lebih tinggi dibanding bibir pantai, sehingga terdapat tebing yang cukup curam pada area abrasi.
Selain mengkhawatirkan keamanan warung, ia juga mengungkap kecemasan pengunjung yang ingin bermain di pantai. Wisatawan yang ingin melihat kapal lebih dekat, harus berhati-hati mencari tempat turun yang aman karena adanya tebing curam tersebut.
“Kalau dulu, pengunjung lebih mudah aksesnya kalau mau ke pantai. Tapi, sekarang untuk turun ke bawah tidak bisa kalau dari sini. Jadi, kenyamanan pengunjung ikut kena dampaknya,” keluhnya.
Herison berharap agar Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman bisa mengambil tindakan cepat untuk mengatasi abrasi pantai, sehingga penataan area wisata tersebut dapat kembali indah seperti semula.
“Kalau kondisi (abrasi) kayak gini kan terlihat kurang bagus dipandang. Semoga saja pemerintah dapat mengambil langkah cepat untuk memperbaikinya,” katanya. (vand)













