Kab. Padang Pariaman

Empat Kecamatan Terendam Banjir

184
×

Empat Kecamatan Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini
Banjir
BIBIR jalan terban akibat hujan deras yang melanda kawasan Padang Pariaman pada Rabu sore. BPBD melaporkan empat kecamatan terdampak banjir akibat hujan deras tersebut.

PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID— Empat unit ruko di Korong Lubuk Aro Nagari Tandikek Kecamatan Patamuan hanyut dihantam banjir bandang, Rabu (20/9) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kalaksa BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya, menyebutkan akibat hujan deras dari sore Rabu mengakibatkan empat kecamatan di Padang Pariaman kebanjiran.

“Sebelumnya hujan deras cukup tinggi sejak pukul 14.00 WIB, sehingga air meluap secara tiba-tiba dan menghanyutkan ruko di Nagari Tandikek Kec. Patamuan,” ujar Budi Mulya kepada ONtime.ID, Kamis (21/9).

Di nagari yang sama, BPBD Padang Pariaman bersama masyarakat Bukik Bunian, Lubuk Aro, Tandikek, berhasil mengevakuasi empat penambang pasir yang terjebak arus banjir.

“Evakuasi kami lakukan sekitar pukul 19.00 WIB menggunakan perahu karet dan dibantu masyarakat setempat,” jelasnya.

Ia menyebutkan identitas empat korban yang dievakuasi antara lain Samardi (40), Candra (45), Menan (58) dan Asri (42). Seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat.

Budi menjelaskan kejadian berawal pada pukul 16.00 Wib, saat ke empat orang tersebut memuat batu kali di Bukik Bunian Lubuk Aro di Sungai Batang Sani menggunakan mobil Colt Diesel roda 4, lalu Air Batang Sani membesar dan arusnya kencang sehingga keempat orang tersebut berlari menyelamatkan diri di pulau tengah Sungai Batang Sani.

Akibat kejadian, korban mengalami Kerugian Materil 1 unit Mobil Colt Diesel roda 4 hanyut terbawa arus air.

 

Wali Nagari Tandikek Saharudin menyampaikan, bencana ini sudah sering terjadi, terakhir sekitar beberapa bulan yang lalu. Pasalnya, setiap terjadinya bencana banjir bandang selalu ada bangunan yang rusak.

Ia berharap kepada pemerintah daerah agar segera memperhatikan sungai ini, karena jembatan yang berada di lokasi ini merupakan jembatan satu-satunya untuk melewati Pasar Tandikek yang cukup ramai di Padang Pariaman.

 

Sementara itu, seorang pemilik ruko, Tamrin (66) menyampaikan, pasca bencana membuat dirinya takut dan trauma.

Akibat curah hujan yang tinggi dan lebat menyebabkan meningkatnya debit air beberapa sungai. Debit Air Sungai yang meningkat diantaranya Sungai Batang Mangoe, Sungai Batang Ulakan, Sungai Batang Sani dan Sungai Batang Anai.

Korong Kampung Bendang, Nagari Sungai Sarik, Kecamatan VII Koto juga dilanda Banjir bandang dengan debit air sungai yang meningkat menyebabkan delapan orang terjebak di Pulau tengah sungai dan telah dievakuasi oleh BPBD dibantu masyarakat sekitar.

Korong Pasie Laweh Nagari Bisati Sungai Sariak terdampak Banjir dengan debit air sungai yang meningkat merendam beberapa rumah warga.

Kemudian Korong Ladang Laweh III Nagari Sicincin Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung juga terkena Banjir bandang dampak dari debit air sungai yang meningkat menyebabkan tergerusnya kembali bendungan ladang laweh.

Sementara itu Korong Kampuang Tangah IV Nagari Anduriang Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam terjadi Banjir Bandang. Debit air sungai yang meningkat menyebabkan tergerusnya tebing sungai sehingga berdampak dua buah rumah ambruk dan sawah warga tergerus aliran sungai. Jarak pinggir sungai dari rumah ± 2 meter. BPBD kemudian berkoordinasi dengan KSB Anduriang untuk evakuasi warga rumah yang terdampak ketempat yang aman.

Selain itu Korong Lansano Nagari Sikucua Kecamatan V Koto terjadi juga banjir bandang. Debit air sungai yang meningkat menyebabkan merendamnya Fasilitas Umum, Perumahan warga dan Sawah.

“Dari laporan tim lapangan, tidak ada korban jiwa pasca banjir bandang tersebut,” Ujar Budi.

Di tempat lain, jalan utama Padang- Bukittinggi tepatnya di Jembatan Kembar Kiambang, Nagari Lubuk Pandan Kec. 2×11 Enam Lingkung, salah satu jembatanya tidak bisa dilalui karena bergesernya tiang tengah jembatan akibat derasnya air, serta turunnya aspal (distorsi) di jembatan tersebut. Sampai kamis sore, hujan masih masih melanda sejumlah daerah di Padang Pariaman. (vand)