PADANG, ONTIME.ID— Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau perkembangan erupsi Gunung Marapi yang kini telah ditetapkan dalam status waspada.
Bahkan jumlah erupsi di hari kedua lebih banyak dibandingkan hari pertama Gunung Marapi erupsi. Masyarakat diminta waspada meski erupsi tersebut belum mengganggu aktivitas.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Marapi, Teguh Purnomo mengatakan, berdasarkan data pantauan hingga Minggu sore pukul 18.00 WIB terekam 22 kali erupsi dengan ketinggian kolom 150-200 meter diatas puncak.
Data Pos Pengamatan PVMBG merekam 37 erupsi sejak erupsi pertama pada Sabtu pagi. “Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur-tenggara,” ujar Teguh, Minggu (8/1).
PVMBG pun telah menetapkan status Gunung Marapi berada pada Status Level II atau waspada dengan rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung Marapi pada radius 3 Km dari kawah/puncak.
Teguh menyebut, erupsi yang terjadi di Gunung Marapi saat ini, hanya berdampak untuk lokasi sekitar puncak Marapi saja. Untuk itu, kata Teguh, peningkatan kewaspadaan harus dilakukan di 3 kilometer puncak Gunung Marapi.
Ia menjelaskan, letupan erupsi yang terjadi itu, hingga kini belum berpengaruh atau berdampak kepada pemukiman di sekitar kaki Gunung Marapi. “3 kilometer dari puncak itu, harus sudah steril, sebab sangat berbahaya dan harus waspada mengingat erupsi yang terjadi,” kata Teguh.
Teguh menambahkan, pihaknya bakal memantau kondisi terbaru terkait situasi di Gunung Marapi itu, apakah terjadi peningkatan status atau tidaknya. Termasuk kondisi gempa yang disebabkan oleh erupsi Gunung Marapi di lokasi sekitar, serta peninjauan vulkaniknya.
Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar juga telah menutup jalur pendakian ke puncak Gunung Marapi pasca erupsi. “Kita tutup dulu pendakiannya, penutupan mulai hari ini, ” kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono,.
Ardi melanjutkan, penutupan diambil berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Jalur pendakian akan ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Ia mengatakan saat ini erupsi pada Sabtu pagi terdapat sekitar 40 pendaki yang berada Gunung Marapi. Pihaknya pun telah langsung berkoordinasi untuk mengevakuasi pendaki tersebut turun. (*/red)













