PADANG, ONtime.ID – Ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, mengajak pelajar, guru, orang tua, dan masyarakat untuk memperkuat peran bersama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
Ajakan itu disampaikan Evi Yandri saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Gedung Rohana Kudus, Kompleks GOR H. Agus Salim, Padang, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar SMA dan SMK, guru, serta masyarakat tersebut berlangsung dinamis. Berbagai persoalan yang menjadi pemicu penyalahgunaan narkoba dibahas secara terbuka, mulai dari pengaruh lingkungan pergaulan hingga lemahnya pengawasan keluarga.
Dalam pemaparannya, Evi Yandri menegaskan bahwa banyak kasus penyalahgunaan narkoba berawal dari rasa penasaran dan keinginan untuk diterima dalam kelompok pergaulan.
[irp posts=”37012″ ]
“Banyak kasus berawal dari coba-coba. Ada yang terpengaruh teman, ada yang takut dianggap tidak kompak atau tidak keren dalam lingkungan pergaulan. Dari situlah seseorang bisa mulai terjerumus. Karena itu pengawasan keluarga dan lingkungan menjadi sangat penting,” ujar Evi Yandri.
Menurutnya, peredaran narkoba saat ini semakin masif dengan berbagai modus yang menyasar kelompok usia muda. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta juga mengungkapkan bahwa faktor keluarga, tekanan psikologis, stres, depresi, hingga kurangnya perhatian orang tua sering menjadi penyebab remaja mencari pelarian yang berujung pada penyalahgunaan narkoba.
Menanggapi hal tersebut, Evi Yandri menekankan pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak-anak mereka. Ia menilai pengawasan yang konsisten menjadi benteng pertama untuk mencegah generasi muda terpapar narkoba.
[irp posts=”37009″ ]
“Orang tua harus lebih peduli terhadap kondisi anak. Ketahui aktivitas mereka, perhatikan lingkungan pergaulannya, dan bangun komunikasi yang baik. Pengawasan yang maksimal merupakan langkah awal pencegahan,” katanya.
Selain peran keluarga, Evi Yandri menilai sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kesadaran siswa mengenai bahaya narkoba. Edukasi yang berkelanjutan diperlukan agar pelajar memahami risiko hukum, kesehatan, dan sosial yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan zat terlarang tersebut.
Ia mengingatkan bahwa dampak narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan seseorang melalui gangguan psikologis, penurunan kemampuan berpikir, hingga gangguan kejiwaan.
“Bukan hanya narkotika. Penyalahgunaan obat-obatan tertentu maupun menghirup zat berbahaya seperti lem juga dapat menimbulkan efek yang merusak kesehatan dan mental. Karena itu masyarakat harus semakin waspada,” tegasnya.
[irp posts=”37006″ ]
Lebih jauh, Evi Yandri menegaskan bahwa upaya memerangi narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pencegahan yang efektif membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba.
“Jika orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar ikut mengawasi serta peduli terhadap generasi muda, maka ruang gerak penyalahgunaan narkoba akan semakin sempit. Pencegahan harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas pemerintah dan aparat,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut menghadirkan narasumber dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Dinas Kesehatan, yang memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba dari aspek regulasi dan kesehatan. Selain itu, hadir pula Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) yang selama ini bergerak dalam rehabilitasi penyalahguna narkoba dan penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Melalui sosialisasi tersebut, DPRD Sumatera Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat, sehingga lahir komitmen bersama untuk melindungi generasi muda dari ancaman yang dapat merusak masa depan bangsa. (*)
[irp posts=”37003″ ]













