Peristiwa

Excavator Cukong Emas Terjun ke Batang Kuantan, Jalan Amblas, Dugaan Tambang Ilegal Menguat

286
×

Excavator Cukong Emas Terjun ke Batang Kuantan, Jalan Amblas, Dugaan Tambang Ilegal Menguat

Sebarkan artikel ini
Excavator
Excavator Cukong Emas Terjun ke Batang Kuantan, Jalan Amblas, Dugaan Tambang Ilegal Menguat

SIJUNJUNG, ONtime.ID — Sebuah alat berat jenis excavator diduga milik jaringan cukong emas terjun ke aliran Batang Kuantan di Nagari Silokek, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Selasa (27/4) malam.

Insiden ini tidak hanya menimbulkan kerugian material besar, tetapi juga memperparah kerusakan infrastruktur serta kembali membuka dugaan praktik tambang emas ilegal yang berlangsung tanpa kendali.

Menurut keterangan warga yang berada di lokasi, excavator yang diperkirakan bermerek Volvo itu belum sempat beroperasi ketika insiden terjadi.

Alat berat tersebut dilaporkan jatuh ke dasar sungai dengan kondisi medan yang ekstrem, di mana tebing di sepanjang aliran Batang Kuantan cukup curam dan dalam.

[irp posts=”35931″ ]

“Jatuhnya cukup dalam. Tebingnya tinggi, jadi alat itu langsung terjun ke sungai,” ujar seorang saksi mata.

Akses jalan menuju kawasan Silokek hingga Durian Gadang mengalami kerusakan parah. Badan jalan dilaporkan amblas dan terban, diduga akibat beban excavator yang kehilangan kendali sebelum akhirnya masuk ke sungai.

Kondisi ini memperparah akses masyarakat dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga setempat.

Lebih jauh, insiden ini memicu sorotan tajam terhadap aktivitas pertambangan emas di wilayah tersebut.

Dugaan kuat mengarah pada praktik tambang ilegal yang menggunakan alat berat tanpa izin resmi. Aktivitas ini disebut-sebut telah berlangsung cukup lama dan terkesan bebas dari pengawasan.

Kasat Reskrim Polres Sijunjung, Hendra Yose, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan segera memanggil pemilik alat berat tersebut untuk dimintai keterangan.

[irp posts=”35927″ ]

Ia menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan untuk memastikan legalitas aktivitas pertambangan yang terkait dengan insiden ini.
“Kami akan panggil pemilik alat untuk klarifikasi. Jika ditemukan pelanggaran hukum, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk tidak lagi menutup mata terhadap maraknya tambang emas ilegal.

Selain merusak lingkungan, aktivitas tersebut juga membawa risiko besar terhadap keselamatan dan infrastruktur publik.

Warga berharap ada tindakan tegas dan transparan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, sekaligus menghentikan praktik tambang ilegal yang dinilai semakin meresahkan. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID