Politik

Festival Sipak Rago Kembali Digelar, Evi Yandri Tegaskan Pelestarian Budaya

943
×

Festival Sipak Rago Kembali Digelar, Evi Yandri Tegaskan Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
Evi Yandri
Festival Sipak Rago Kembali Digelar, Evi Yandri Tegaskan Pelestarian Budaya

PADANG, ONtime.ID — Di tengah derasnya arus digitalisasi dan semakin berkurangnya ruang bagi permainan tradisional, upaya menjaga identitas budaya Minangkabau terus diperkuat. Salah satunya melalui Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat yang kembali digelar sebagai agenda tahunan untuk melestarikan salah satu warisan budaya takbenda masyarakat Minangkabau.

Festival yang memperebutkan Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat itu berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Gedung Rohana Kudus, Kota Padang, dengan mengusung tema “Lestarikan Budaya dengan Permainan Anak Nagari Sipak Rago.”

Sebanyak 28 tim dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa Sipak Rago masih memiliki daya tarik sebagai permainan tradisional yang sarat nilai budaya, kebersamaan, dan pendidikan karakter.

Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan festival bukan sekadar mempertandingkan permainan rakyat, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga eksistensi budaya Minangkabau di tengah perubahan zaman.

Menurut Evi, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui dokumentasi atau pengakuan semata, tetapi harus diwujudkan dengan menghadirkan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mempelajari, dan mempraktikkan warisan budaya tersebut secara langsung.

“Festival ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Sipak Rago tetap hidup, dimainkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas budaya Minangkabau,” ujarnya.

Evi menjelaskan, Festival Sipak Rago tahun 2026 merupakan penyelenggaraan resmi kelima yang didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lewat dana pokok pikiran (pokir) yang diperjuangkannya di DPRD Sumbar.

Namun demikian, semangat menghidupkan kembali permainan tradisional tersebut telah dimulai jauh sebelum memperoleh dukungan anggaran pemerintah.

“Sebenarnya kegiatan ini sudah kami laksanakan sejak tahun 2015 dengan kemampuan dana yang sangat terbatas. Alhamdulillah, setelah mendapat dukungan APBD melalui dana pokok pikiran, festival ini terus berkembang dan kini memasuki penyelenggaraan resmi yang kelima,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa Sipak Rago telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, sehingga keberlangsungannya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan itu, Evi turut mengulas filosofi yang terkandung dalam permainan Sipak Rago. Berbeda dengan olahraga kompetitif yang berorientasi mengalahkan lawan, Sipak Rago justru mengajarkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung.

Para pemain dituntut menjaga bola tetap berada di udara selama mungkin melalui koordinasi, kekompakan, serta kemampuan memberikan umpan terbaik kepada rekan satu tim, bahkan ketika berada dalam posisi yang sulit.

“Nilai yang dibangun dalam Sipak Rago bukanlah persaingan, melainkan kolaborasi. Dari permainan ini lahir semangat gotong royong, solidaritas, disiplin, ketangkasan, dan saling mendukung,” jelas Evi.

Selain memiliki nilai sosial, Sipak Rago juga menyimpan sejarah panjang dalam perjalanan masyarakat Minangkabau.

Evi menjelaskan bahwa pada masa kolonial Belanda, permainan tersebut menjadi media yang digunakan para pemuda untuk melatih kemampuan fisik dan teknik dasar bela diri secara terselubung.

Ketika latihan silat dibatasi oleh pemerintah kolonial, Sipak Rago menjadi cara agar latihan kelincahan, keseimbangan tubuh, refleks, dan koordinasi tetap dapat dilakukan tanpa menimbulkan kecurigaan.

“Belanda mengira masyarakat hanya bermain bola. Padahal, melalui Sipak Rago para pemuda sedang melatih kemampuan fisik dan teknik dasar bela diri sebagai bagian dari latihan silat,” ungkapnya.

Pelaksanaan festival juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan Sumbar yang diwakili Kepala Museum Adityawarman.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Kebudayaan menyampaikan bahwa Sipak Rago bukan sekadar permainan rakyat, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, pendidikan karakter, sportivitas, dan disiplin.

Festival seperti ini dinilai penting sebagai media edukasi budaya agar generasi muda tidak semakin jauh dari permainan tradisional akibat dominasi hiburan digital.

Pemerintah Provinsi juga mengapresiasi dukungan DPRD Sumbar melalui dana pokok pikiran yang secara konsisten diarahkan untuk mendukung berbagai program pelestarian kebudayaan daerah.

Apresiasi serupa disampaikan Camat Kuranji yang menilai Festival Sipak Rago menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat nilai adat, budaya, dan kearifan lokal di tengah dinamika kehidupan modern.

Ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu membangun generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap identitas budayanya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp29,5 juta. Pembukaan festival ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Evi Yandri Rajo Budiman sebagai simbol dimulainya pertandingan, disaksikan unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, perangkat pemerintahan, serta ratusan peserta dan tamu undangan.

Melalui Festival Sipak Rago, Sumatera Barat kembali menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada pengakuan sebagai warisan budaya takbenda. Tradisi harus terus dihidupkan melalui ruang-ruang aktual yang melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan jati diri Minangkabau tetap terjaga serta diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID