Peristiwa

FMSB Gelar Aksi Damai Peduli Palestina

784
×

FMSB Gelar Aksi Damai Peduli Palestina

Sebarkan artikel ini
Palestina
FMSB Gelar Aksi Damai Peduli Palestina

PADANG, ONtime.ID — Entitas zionis yahudi penjajah sudah bercokol di kawasan Baitul Maqdis (Palestina) sejak 1948. Lebih dari 76 tahun! Dulu, mereka merampok tanah Baitul Maqdis (Palestina) dengan bantuan Inggris dan sekarang dibantu Amerika.

Mereka juga menghancurkan, menjarah harta, membantai rakyat, orangtua, anak-anak, dan wanita disana. Setelah lebih dari tujuh bulan sejak 7 Oktober 2023,  ketika Hamas melakukan serangan balasan massif atas penjajahan itu. Diberitakan sampai saat ini (31 Mei 2024), korban yang syahid dari umat Islam di Gaza Palestina mencapai lebih dari 35.000 orang dan mayoritas anak-anak dan wanita, ratusan ribu terluka, dan jutaan harus mengungsi serta hampir semua bangunan hancur.

Ahad (26 Mei 2024), Rafah, wilayah bagian paling selatan dari Gaza, yang bagian baratnya berbatasan dengan laut Mediterania, bagian selatan pagar besi yang dikendalikan Mesir, dan bagian timurnya tembok zionis, dan bagian utaranya menghadapi serangan brutal zionis. Rafah adalah benteng terakhir perlawanan umat Islam, tempat 1.5 juta lebih pengungsi dari wilayah utara Gaza, dibom dari udara oleh entitas Zionis, lebih dari 40 orang syahid, termasuk para bayi yang kehilangan nyawa.

Tragisnya, hingga saat ini, lebih dari tujuh bulan, tidak ada satu pun penguasa negeri-negeri Muslim yang mau dan mampu menolongnya, padahal mereka memiliki ratusan ribu bahkan jutaan tantara muslim. Sementara Amerika, Inggris, Perancis, Jerman sudah terang-terangan menyatakan mendukung entitas yahudi penjajah.

Amerika bahkan mengirimkan senjata dan ratusan trilyun untuk membantu entitas zionis yahudi. Hal ini menunjukkan kesekian kali betapa lemahnya umat Islam yang jumlahnya lebih dari 2 (dua) milyar di seluruh dunia. Bagaimana mungkin jumlah umat Islam yang begitu besar itu tidak mampu menolong saudaranya yang menderita di Rafah-Gaza- Palestina?

Kawasan Baitul Maqdis (Al Ardh Al Muqaddasah), tempat yang diberkahi (QS Al Israa’: 1) adalah bagian dari Tanah Syam (Ardhu Syam, Ardhu Mubarakah).  Pusat keberkahan itu ada di Masjid Al Aqsho di Kota Baitul Maqdis (orang mengenalnya dengan nama Jerusalem). Kiblat pertama kaum muslimin sedunia. Tempat Isra’ dan Mi’rajnya Baginda Rasulullah SAW. Bumi para Nabi yang mulia.

Secara status hukum Islam,  kawasan Baitul Maqdis, yang orang mengenalnya sekarang dengan tanah Palestina (yang saat ini tinggal kurang dari 15 persen, di Gaza dan Tepi Barat) adalah tanah kharajiyah, tanah yang dibebaskan melalui kekuatan militer  dan menjadi milik kaum muslimin sedunia hingga hari kiamat. Tanah yang dibebaskan oleh Khalifah Umar Bin Khaththab Radiyallahu Anhu pada tahun 637 M dari penjajah Romawi, dan dibebaskan kembali oleh Panglima Shalahuddin Al Ayyubi dari cengkeraman Tentara Salib pada 1187 M. Tanah yang dijaga dan tidak pernah diberikan oleh Khalifah Abdul Hamid II kepada Herzl, orang Yahudi Zionis yang berusaha keras membelinya dengan harga yang sangat mahal pada tahun 1897 M.

Berkaitan dengan peristiwa dan fakta tersebut, kami, Forum Masyarakat Sumatra Barat Peduli Palestina, dalam Aksi Damai Bela Palestina menyatakan sikap:

  • Mengutuk semua bentuk kebiadaban Entitas Zionis Yahudi Penjajah dan menuntutnya agar dihentikan sekarang juga. Termasuk yang mereka lakukan di Rafah Gaza saat ini. Sesungguhnya akar masalah Baitul Maqdis (Palestina) ini adalah penjajahan Entitas Zionis Yahudi Penjajah yang dibeking negara kafir penjajah, terutama Inggris dan Amerika, pasca Deklarasi Balfour 1917.
  • Menuntut para penguasa negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia, untuk mengirimkan tentara muslim untuk melakukan jihad fi sabilillah, mengusir Entitas Zionis Yahudi Penjajah dari seluruh bumi Baitul Maqdis (Palestina). Tidak layak, kaum muslimin meminta bantuan PBB dan negara-negara kafir Barat, terutama Amerika dan Inggris, yang mereka itu hakikatnya adalah negara penjajah dan teroris sesungguhnya (the real terrorist).
  • Mendesak agar penguasa negeri-negeri muslim memutuskan hubungan diplomatiknya dengan entitas zionis yahudi Penjajah, seperti Mesir, Yordania, dan Turki, sekarang juga. Sebagaimana penguasa-penguasa muslim lainnya yang baru -baru ini tetap nekad melakukan “normalisasi” hubungan diplomatik dengan entitas zionis yahudi Penjajah, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan. Bila pemutusan itu tidak dilakukan maka sesungguhnya mereka itu adalah pengkhianat terhadap kaum muslimin.
  • Menolak solusi dua negara (two state solution) yang ditawarkan sebagai solusi hakiki untuk masalah Palestina. Tidak selayaknya solusi ini diambil karena entitas Zionis yahudi adalah penjajah, tidak layak yang dijajah hidup berdampingan dengan yang menjajah. Penjajah harus diusir keluar dari tanah yang dijajahnya.
  • Mengajak semua pihak, khusunya para tokoh-tokoh muslim dari kalangan ulama, mubalighoh, militer, cendekiawan, pengusaha, jurnalis, pengacara, mahasiswa dan yang lainnya,  untuk bersatu dalam ukhuwah Islamiyah, untuk berjuang bersama demi terbebaskannya kawasan Baitul Maqdis (Palestina) dan negeri-negeri Islam lainnya. Persatuan ini tegak di atas landasan Aqidah Islamiyah. Tanpa persatuan yang hakiki, umat Islam itu akan terus menjadi pihak yang lemah. Bukan hanya di Gaza –Palestina, tapi juga di belahan dunia lainnya, seperti Rohingya Myanmar, Uighur di Cina, dll. Karena itulah diperlukan institusi yang akan menyatukan umat Islam. Institusi itu adalah khilafah. Khilafah adalah kewajiban bagi umat Islam untuk menegakkannya, sekaligus janji Allah (wa’dullah) dan kabar gembira (bisyarah) Rasulullah SAW. Tsumma Takunu Khilafatan ‘Ala Minhajin Nubuwwah. Para ulama menyebutnya sebagai tajul furudh  atau mahkota dari kewajiban. Tegaknya Khilafah akan mewujudkan kebaikan untuk alam semesta (Islam Rahmatan lil ‘Alamin), membebaskan negeri-negeri muslim dari penjajahan, menyatukannya dalam kekuasaan Islam, membangun tata dunia baru yang adil dan sejahtera, karena para khalifah akan menjadi perisai (junnah) dan pelindung hakiki untuk kehormatan dan kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Insya Allah. (utiah/By)