Nasional

Ketua PWNU Sumbar Ganefri: Pers Sehat Fondasi Kedaulatan Informasi dan Penguatan Ekonomi Bangsa

184
×

Ketua PWNU Sumbar Ganefri: Pers Sehat Fondasi Kedaulatan Informasi dan Penguatan Ekonomi Bangsa

Sebarkan artikel ini
Ganefri
Ganefri Apresiasi HPN 2026, Tekankan Peran Pers dalam Kedaulatan Informasi dan Ekonomi Bangsa

PADANG, ONtime.ID — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat, Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan diperingati pada 9 Februari mendatang.

Melalui pesan tertulisnya, tokoh pendidikan yang menjabat sebagai Ketua PWNU Sumatera Barat periode 2025–2030 tersebut menegaskan pentingnya peran strategis pers dalam pembangunan bangsa, terutama dalam menjaga kualitas informasi di tengah dinamika era digital yang terus berkembang.

HPN 2026 mengusung tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini yang menghadapi tantangan disrupsi teknologi informasi sekaligus peluang besar dalam penguatan ekonomi nasional berbasis pengetahuan dan literasi publik.

Menurut Prof. Ganefri, pers memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga kedaulatan informasi. Keberadaan media yang profesional dan berintegritas sangat menentukan arah opini publik serta kualitas demokrasi di Indonesia.

[irp posts=”33853″ ]

“Pers yang sehat bukan hanya soal bebas dari intervensi, tetapi juga pers yang mampu mengedukasi masyarakat dengan informasi akurat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan memperkokoh persatuan bangsa,” ujarnya.

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi global dan maraknya disinformasi di ruang digital, peran pers profesional menjadi semakin krusial. Pers harus mampu menjadi rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ganefri menegaskan bahwa kedaulatan informasi merupakan salah satu fondasi utama bagi kedaulatan bangsa. Informasi yang akurat dan berkualitas akan melahirkan masyarakat yang cerdas dalam mengambil keputusan, baik dalam kehidupan sosial, politik, maupun ekonomi.

“Ketika masyarakat memperoleh informasi yang benar dan mendidik, maka akan lahir kesadaran kolektif untuk membangun ekonomi yang kuat dan mandiri. Di sinilah pers memainkan peran penting sebagai penggerak literasi publik,” katanya.

Sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, khususnya PWNU Sumatera Barat, menaruh perhatian besar terhadap peran pers dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Ganefri menyebut bahwa pers memiliki fungsi strategis dalam merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

[irp posts=”33839″ ]

Ia mengingatkan bahwa pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga membangun narasi kebangsaan yang konstruktif. Pers harus mampu menjadi penyeimbang di tengah perbedaan pandangan, serta mendorong dialog yang sehat dan produktif di ruang publik.

Menurutnya, pers yang profesional dan beretika akan berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat demokrasi, dan mendorong pembangunan nasional yang inklusif. Oleh karena itu, momentum HPN 2026 harus dijadikan sebagai ruang refleksi bagi seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kualitas dan integritas jurnalisme.

Peringatan HPN 2026 juga menandai perjalanan panjang sejarah pers nasional sejak ditetapkan secara resmi pada 9 Februari 1985. Selama lebih dari empat dekade, pers Indonesia telah melalui berbagai dinamika, mulai dari masa pembatasan kebebasan pers hingga era reformasi dan digitalisasi informasi yang berkembang pesat saat ini.

Ganefri menilai perjalanan panjang tersebut menunjukkan ketangguhan pers nasional dalam menghadapi perubahan zaman. Pers Indonesia dinilai mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap menjaga fungsi utamanya sebagai penyampai informasi dan pengawal demokrasi.

“Pers nasional telah menunjukkan kontribusi besar dalam perjalanan bangsa. Mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga era modern saat ini, pers selalu hadir sebagai penggerak kesadaran publik dan pengawal jalannya demokrasi,” ujarnya.

Tahun ini, Provinsi Banten dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan rangkaian kegiatan nasional HPN 2026. Penunjukan Banten dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat peran pers dalam mendorong pembangunan daerah serta memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas.

Penyelenggaraan HPN di Banten juga ditandai dengan kehadiran maskot Badak Bercula Satu yang mengenakan pakaian adat khas daerah tersebut. Maskot ini menyimbolkan kekuatan, ketahanan, dan identitas lokal yang berpadu dalam semangat persatuan nasional.

Ganefri berharap momentum HPN 2026 tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara insan pers, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan produktif.

“Pers, pemerintah, dan masyarakat sipil harus berjalan beriringan dalam membangun bangsa. Sinergi ini akan melahirkan kebijakan yang lebih transparan, informasi yang lebih berkualitas, serta pembangunan yang lebih merata,” katanya.

PWNU Sumatera Barat, lanjutnya, siap mendukung penguatan peran pers dalam pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan literasi masyarakat dan menangkal penyebaran informasi yang tidak benar. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara organisasi keagamaan dan media sangat penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berkarakter.

Ganefri juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Jurnalis dituntut untuk tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga akurat, berimbang, dan beretika.

Di tengah persaingan media yang semakin ketat, ia berharap insan pers tetap menjaga idealisme dan independensi. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap media hanya dapat dibangun melalui konsistensi dalam menyajikan informasi yang benar dan bertanggung jawab.

“Kepercayaan publik adalah modal utama pers. Tanpa kepercayaan, media akan kehilangan peran strategisnya dalam kehidupan demokrasi,” tegasnya.

[irp posts=”33830″ ]

Momentum HPN 2026 juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis informasi dan media. Industri pers, menurut Ganefri, memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif, terutama melalui produksi konten yang berkualitas dan inovatif.

Dengan dukungan teknologi digital, pers dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema HPN 2026 yang menekankan keterkaitan antara pers sehat, ekonomi berdaulat, dan bangsa yang kuat.

Menutup pesannya, Prof. Ganefri kembali menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pers Indonesia yang terus bekerja dengan dedikasi tinggi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia berharap pers nasional semakin profesional, independen, dan berintegritas dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Semoga pers Indonesia terus menjadi pilar demokrasi yang menjaga kebenaran, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan bangsa,” tutupnya. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID