LIMA PULUH KOTA, ONtime.ID — Mantan Bupati Lima Puluh Kota periode 2016–2021, Ir. Irfendi Arbi, M.P., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang puncak peringatannya dipusatkan di Provinsi Banten pada 9 Februari.
Peringatan HPN tahun ini mengusung tema strategis “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” yang dinilai sangat relevan dengan tantangan bangsa di tengah derasnya arus informasi global dan dinamika perkembangan teknologi digital. Momentum HPN 2026 sekaligus menandai perjalanan panjang pers nasional sejak ditetapkan secara resmi pada 9 Februari 1985 hingga kini memasuki usia 41 tahun.
Dalam pesan yang disampaikannya, Irfendi Arbi menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai pilar demokrasi yang berperan menjaga keseimbangan informasi, memperkuat literasi publik, serta mengawal jalannya pembangunan nasional secara objektif dan konstruktif.
[irp posts=”33848″ ]
“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Semoga pers Indonesia terus menjadi garda terdepan dalam menyampaikan kebenaran dan mengedukasi masyarakat,” ujar Irfendi Arbi.
Menurut sosok yang pernah menjabat sebagai Bupati Lima Puluh Kota ke-21 tersebut, pers yang sehat tidak hanya ditandai oleh kebebasan berekspresi, tetapi juga oleh profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab sosial dalam menyampaikan informasi. Di tengah era digital yang sarat disrupsi, keberadaan pers yang kredibel menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan politik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berdaulat.
Ia menilai tema HPN 2026 mencerminkan kebutuhan mendesak bangsa terhadap media yang mampu menyajikan informasi berkualitas dan terpercaya. Pers yang sehat, kata Irfendi, akan berkontribusi besar dalam menciptakan iklim ekonomi yang kondusif, terutama melalui pemberitaan yang objektif, edukatif, dan berimbang.
“Pers yang profesional dan independen akan melahirkan masyarakat yang cerdas dalam menerima informasi. Dari situ akan tumbuh kepercayaan publik, yang pada akhirnya mendorong stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan bangsa,” katanya.
[irp posts=”33845″ ]
Irfendi juga menyoroti pentingnya peran pers dalam mendukung pembangunan daerah. Selama masa kepemimpinannya di Kabupaten Lima Puluh Kota, ia mengaku merasakan langsung kontribusi media dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.
Menurutnya, kemitraan yang sehat antara pemerintah daerah dan insan pers harus terus dijaga dengan mengedepankan transparansi, keterbukaan informasi, serta komitmen bersama untuk membangun daerah secara berkelanjutan. Pers, dalam hal ini, berfungsi sebagai mitra kritis yang konstruktif sekaligus pengawas jalannya pemerintahan.
“Pers harus tetap kritis, tetapi juga solutif. Kritik yang membangun akan membantu pemerintah dalam memperbaiki kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Penyelenggaraan HPN 2026 di Provinsi Banten dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan peran pers di tingkat nasional maupun daerah. Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi insan pers dari seluruh Indonesia, HPN juga menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan panjang jurnalisme nasional di tengah tantangan era digital.
Peringatan tahun ini tampil ikonik dengan kehadiran maskot Badak Jawa bercula satu yang mengenakan pakaian adat khas Banten. Maskot tersebut menyimbolkan kekuatan, ketangguhan, serta identitas lokal yang berpadu dalam semangat persatuan nasional. Pemilihan Banten sebagai tuan rumah juga diharapkan mampu mendorong promosi budaya dan potensi ekonomi daerah melalui pemberitaan dan publikasi media nasional.
Irfendi Arbi menilai bahwa HPN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen pers dalam menjaga kualitas demokrasi dan mendorong kemajuan ekonomi kreatif. Ia berharap peringatan HPN 2026 mampu menghasilkan gagasan dan langkah konkret untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis serta memperkuat ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan.
[irp posts=”33842″ ]
“Momentum HPN harus dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pers, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan produktif,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya adaptasi pers terhadap perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalisme. Transformasi digital, menurutnya, harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, etika jurnalistik, serta komitmen terhadap verifikasi informasi.
Di tengah maraknya disinformasi dan hoaks di ruang digital, pers profesional memiliki tanggung jawab besar sebagai rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar. Oleh karena itu, Irfendi mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga independensi, akurasi, dan integritas dalam setiap karya jurnalistik.
Ia juga berharap HPN 2026 mampu menjadi pemantik bagi pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis informasi dan media, tidak hanya di Banten sebagai tuan rumah, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia. Keberadaan pers yang kuat dan profesional diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru, memperluas akses informasi, serta meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.
“Pers yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sehat secara informasi. Dari situlah akan tumbuh ekonomi yang kuat dan bangsa yang berdaulat,” ujar Irfendi.
Menutup pesannya, Irfendi Arbi kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers Indonesia yang terus bekerja dengan dedikasi tinggi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia berharap pers nasional tetap konsisten menjadi pilar demokrasi yang menjaga kebenaran, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan bangsa.
[irp posts=”33839″ ]
“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Teruslah menjadi cahaya yang menerangi ruang publik dengan informasi yang jujur, akurat, dan bertanggung jawab,” tutupnya. (*)













