ABIDJAN, ONtime.ID — Bintang sepak bola Mesir, Mohamed Salah, kembali menunjukkan perannya sebagai tulang punggung tim nasional di ajang Piala Afrika 2025.
Pemain berusia 33 tahun itu tampil menentukan saat Mesir menyingkirkan Benin dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu, Senin (5/1/2026), sekaligus memastikan tiket ke perempat final.
Dalam laga tersebut, Salah menyumbang satu gol penting yang menjaga asa Mesir untuk terus melangkah menuju gelar juara. Gol ke gawang Benin juga memiliki makna historis bagi pemain Liverpool FC itu, karena semakin mendekatkannya ke rekor top skor Mesir sepanjang sejarah Piala Afrika.
Dengan torehan tersebut, Salah kini telah mengoleksi 10 gol dari lima edisi Piala Afrika yang diikutinya. Catatan itu menempatkannya sebagai pemain ketiga Mesir yang mampu mencetak dua digit gol di turnamen dua tahunan tersebut, di bawah Hassan El-Shazly (12 gol) dan Hossam Hassan (11 gol).
Pada Piala Afrika 2025, Salah telah mencetak tiga gol dan masih berpeluang menambah pundi-pundi golnya. Mesir dijadwalkan menghadapi pemenang laga antara Pantai Gading melawan Burkina Faso di babak perempat final.
Peluang Salah untuk menorehkan sejarah masih terbuka lebar. Jika mampu mencetak setidaknya satu gol di dua edisi Piala Afrika berikutnya, ia berpotensi memecahkan rekor pemain yang mampu mencetak gol di enam edisi turnamen, rekor yang saat ini dipegang oleh Samuel Eto’o (Kamerun), Kalusha Bwalya (Zambia), serta duo Ghana Andre Ayew dan Asamoah Gyan.
Performa gemilang Salah bersama tim nasional juga menjadi pembuktian tersendiri, terutama setelah ia sempat beberapa kali dicadangkan oleh manajer Liverpool, Arne Slot, di kompetisi Premier League. Di Piala Afrika, Salah kembali menegaskan bahwa insting golnya belum memudar.
Lebih dari sekadar rekor individu, Salah menegaskan ambisinya untuk membawa Mesir kembali ke singgasana Afrika. Dari lima edisi Piala Afrika yang telah diikutinya, ia belum sekalipun merasakan gelar juara dan hanya mampu membawa Mesir menjadi runner-up.
Padahal, Mesir merupakan negara tersukses dalam sejarah Piala Afrika dengan koleksi tujuh gelar, meski terakhir kali meraih trofi pada edisi 2010.
“Saya rasa kami bukan favorit. Kami memiliki banyak pemain muda, dan sebagian besar bermain di liga domestik,” ujar Salah usai pertandingan melawan Benin.
“Kami hanya berjuang untuk negara kami. Semua orang memberikan yang terbaik, dan itu terlihat di lapangan hari ini,” tambahnya.
Selain di Piala Afrika, Salah juga semakin mendekati status top skor sepanjang masa tim nasional Mesir di semua kompetisi. Dengan koleksi 66 gol, ia kini hanya terpaut tiga gol dari rekor Hassan El-Shazly, pencetak gol terbanyak Mesir sepanjang sejarah.
Dengan performa konsisten dan ambisi besar yang diusungnya, Mohamed Salah masih menjadi tumpuan utama Mesir dalam upaya mengakhiri penantian panjang gelar Piala Afrika. (*)













