Politik

Hilir Mudik ke Lokasi Bencana, Evi Yandri Jadi Tumpuan Harapan Warga Batu Busuak

184
×

Hilir Mudik ke Lokasi Bencana, Evi Yandri Jadi Tumpuan Harapan Warga Batu Busuak

Sebarkan artikel ini
Evi
Hilir Mudik ke Lokasi Bencana, Evi Yandri Jadi Tumpuan Harapan Warga Batu Busuak

PADANG, ONtime.ID — “Pak Evi, Pak Evi,” seru warga Batu Busuak saat melihat kedatangan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, di kawasan jambatan, Senin malam (29/12).

Sapaan itu disambut salaman hangat. Bagi warga, kehadiran Evi bukan sekadar kunjungan pejabat, melainkan tanda perhatian di tengah luka akibat bencana.

Sejak banjir bandang dan galodo menerjang Batu Busuak, Gunung Nago, dan Lubuk Minturun pada Kamis, 27 November lalu, Evi Yandri nyaris tak pernah absen. Lebih dari sebulan, ia hilir mudik ke lokasi terdampak, datang pagi, siang, bahkan larut malam, untuk melihat langsung kondisi warga, memantau dampak kerusakan, sekaligus mencarikan solusi.

Tak hanya mendengar keluhan, Evi juga turun tangan membantu para penyintas. Dukungan moril hingga bantuan materiil ia berikan tanpa banyak bicara. Bagi warga yang kehilangan rumah dan anggota keluarga, kehadirannya menjadi penguat di tengah situasi sulit.

“Pak Evi itu wakil rakyat yang benar-benar merakyat. Jam berapa pun bisa kami hubungi. Bahkan, beliau sering membantu dengan uang pribadinya,” ujar Dasrul, warga Batu Busuak.

Evi Yandri bukan sosok asing di dunia politik Sumatera Barat. Kader Partai Gerindra ini pertama kali dipercaya masyarakat menjadi anggota DPRD Sumbar pada 2019. Amanah lima tahun ia tuntaskan, dan pada Pemilu Legislatif 2024, kepercayaan itu kembali diberikan. Tak hanya kembali duduk di parlemen, ia kini mengemban jabatan Wakil Ketua DPRD Sumbar untuk lima tahun ke depan.

Partai pun kembali memberi tanggung jawab besar dengan menunjuknya sebagai Sekretaris DPD Gerindra Sumbar. Latar belakangnya sebagai putra asli Kuranji, Kota Padang, serta pengalaman bekerja selama tiga tahun di Jepang, disebut membentuk karakter disiplin dan etos kerjanya.

“Saya bekerja dari hati. Melayani dan mengayomi masyarakat itu tanggung jawab yang harus dijalani dengan sepenuh jiwa dan raga,” kata Evi Yandri.

Komitmen itu terlihat jelas saat ia menjadi inisiator pembangunan hunian sementara (huntara) mandiri bagi penyintas banjir dan galodo di Pauh. Bahkan, Evi mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di lokasi bencana dibandingkan di kantor.

“Selama pembangunan huntara ini, saya berkantor di Pauh,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan 100 unit huntara masih terus dikebut. Meski sempat terkendala keterbatasan tenaga tukang, Evi memastikan proses tetap berjalan.

“Insya Allah segera selesai dan bisa ditempati saudara-saudara kita yang rumahnya hanyut diterjang banjir bandang,” katanya optimistis.

Selain hunian, Evi juga menaruh perhatian pada upaya mitigasi bencana jangka panjang. Ia meninjau pengerukan bebatuan di Sungai Batu Busuak dan menyampaikan rencana pembangunan DAM untuk menahan luapan air agar tidak melebar.

“Ke depan sungai ini akan dibuatkan DAM. Kalau proyek ini berjalan, kami harapkan dukungan penuh masyarakat agar bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Malam itu, saat meninggalkan Batu Busuak dengan sepeda motornya, Evi Yandri kembali menatap sungai yang alirannya masih melebar. Di balik kesibukannya, satu hal yang jelas: ia memilih hadir, bekerja, dan melayani dengan ketulusan, menjadi sandaran harapan bagi warga yang sedang bangkit dari bencana. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID