Nasional

Ingki Rinaldi dan Digital Journalism Team UMN Raih International Grant Pulitzer

117
×

Ingki Rinaldi dan Digital Journalism Team UMN Raih International Grant Pulitzer

Sebarkan artikel ini
Digital Journalism
Ingki Rinaldi dan Digital Journalism Team UMN Raih International Grant Pulitzer

JAKARTA, ONtime.ID — Prestasi membanggakan diraih Ingki Rinaldi bersama Digital Journalism Team Universitas Multimedia Nusantara (UMN) setelah berhasil menjadi pemenang International Grant Pulitzer yang didanai Pulitzer Center on Crisis Reporting, Washington D.C., Amerika Serikat.

Program yang diusung dalam grant tersebut berjudul “From Classroom to Community: Student-Led Investigation on AI’s Impact Through Storytelling and Documentary.”

Program ini mengangkat isu mengenai dampak kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui pendekatan investigasi yang dilakukan mahasiswa, storytelling dan dokumenter.

Capaian tersebut menempatkan karya jurnalistik berbasis pendidikan dan teknologi dari Indonesia pada ruang yang lebih luas di tingkat internasional.

Ingki Rinaldi sendiri memiliki pengalaman panjang di bidang komunikasi dan jurnalistik. Ia dikenal sebagai spesialis komunikasi, dosen, serta mantan jurnalis Harian Kompas dengan pengalaman profesional lebih dari 22 tahun.

Pengalaman panjang di dunia jurnalistik kemudian dipadukan dengan aktivitas akademis dan perkembangan jurnalisme digital.

Program yang memperoleh dukungan International Grant Pulitzer tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan untuk menghubungkan proses pembelajaran di ruang kelas dengan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Tema mengenai AI dinilai relevan dengan perkembangan industri media saat ini. Kemajuan teknologi kecerdasan buatan telah membawa perubahan terhadap proses produksi, distribusi dan konsumsi informasi, sekaligus menuntut kemampuan baru dalam melakukan verifikasi dan menghasilkan karya jurnalistik yang bertanggung jawab.

Bagi Ingki, capaian tersebut juga memiliki sisi personal. Ketika masih menjadi jurnalis Harian Kompas, ia diketahui banyak menulis mengenai sosok Ridwan Tulus, tokoh yang dikenal dengan gagasan dan kiprahnya dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, budaya dan lingkungan.

Selain menulis mengenai Ridwan Tulus dalam karya jurnalistik, Ingki juga pernah menuangkan sosok tersebut dalam sebuah puisi.

Dalam puisi tersebut, Ingki menggambarkan Ridwan Tulus sebagai sosok yang memiliki energi dan gagasan yang terus dibagikan kepada orang-orang di berbagai ruang.

Ia menggambarkan pertemuan Ridwan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari warga biasa, mahasiswa hingga pejabat.

Puisi tersebut juga menyoroti konsep “Tour Designer” yang dikembangkan Ridwan Tulus sejak dekade 1990-an.

Sejumlah pendekatan wisata yang disebut dalam tulisan tersebut antara lain melibatkan masyarakat lokal dalam berbagai aktivitas wisata serta mempertemukan wisatawan dengan komunitas dan lingkungan setempat.

Konsep tersebut kemudian dirangkum dalam filosofi “Be the red one in the plenty of white.”

Dalam praktiknya, gagasan tersebut menempatkan perlindungan budaya, perlindungan alam dan manfaat bagi masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisata.

Berbagai unsur masyarakat lokal juga dilibatkan, mulai dari komunitas otomotif, seniman, masyarakat kampung hingga mereka yang memiliki pengetahuan khusus mengenai lingkungan dan spesies endemik.

Bagi Ridwan Tulus, pendekatan tersebut menempatkan pariwisata tidak semata sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai sarana membangun interaksi sosial, menjaga lingkungan dan memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

Prestasi Ingki Rinaldi bersama Digital Journalism Team UMN diharapkan semakin memperkuat pengembangan jurnalisme digital dan mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat.

Sementara bagi orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan jurnalistik Ingki, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman panjang di dunia media dapat terus berkembang dan memberi kontribusi melalui pendidikan serta inovasi jurnalistik. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID