PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Harapan masyarakat Korong Durian Jantuang, Nagari III Koto Aur Malintang Timur, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, terhadap perbaikan akses transportasi mulai mendapat titik terang. Rencana pembangunan Jalan Kiyau Durian Sariak melalui program Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Sutan Dewiwarman, disambut baik masyarakat setempat.
Pembangunan jalan tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.
Jalan Kiyau Durian Sariak selama ini menjadi salah satu akses yang dimanfaatkan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Selain menjadi jalur mobilitas penduduk, akses tersebut berkaitan dengan perjalanan menuju fasilitas pendidikan serta distribusi hasil pertanian.
Karena itu, rencana pembangunan jalan bukan sekadar persoalan fisik infrastruktur. Bagi masyarakat, kualitas akses jalan memiliki hubungan langsung dengan biaya transportasi, kelancaran aktivitas ekonomi dan kemudahan memperoleh pelayanan dasar.
Warga berharap rencana tersebut tidak berhenti pada tahap usulan atau tercantum dalam dokumen perencanaan. Mereka menginginkan pembangunan benar-benar direalisasikan sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.
Program pembangunan melalui Pokir DPRD merupakan bagian dari mekanisme penyerapan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai forum, termasuk musyawarah dan kegiatan reses anggota legislatif.
Dalam konteks tersebut, usulan pembangunan Jalan Kiyau Durian Sariak menjadi salah satu bentuk aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui jalur legislatif.
Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Sutan Dewiwarman, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan program pembangunan yang dinilai menjadi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Infrastruktur yang memadai juga dapat membuka akses ekonomi dan memperluas peluang masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Namun, pembangunan jalan juga membutuhkan pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur yang dikerjakan sesuai spesifikasi, memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Karena itu, realisasi Jalan Kiyau Durian Sariak nantinya tidak cukup hanya dilihat dari apakah proyek tersebut selesai. Kualitas pekerjaan dan kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat juga harus menjadi perhatian.
Warga Korong Durian Jantuang berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.
Harapan tersebut semakin besar karena jalan yang baik bukan hanya mempermudah perjalanan warga, tetapi juga dapat memperlancar distribusi hasil pertanian dan memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah.
Bagi masyarakat pedesaan, infrastruktur jalan merupakan salah satu urat nadi pembangunan. Ketika akses buruk, biaya distribusi dapat meningkat dan aktivitas masyarakat menjadi lebih sulit. Sebaliknya, konektivitas yang baik dapat membuka peluang ekonomi baru.
Rencana pembangunan Jalan Kiyau Durian Sariak karena itu diharapkan mampu menjadi bagian dari pemerataan pembangunan di Kabupaten Padang Pariaman, khususnya di wilayah Nagari III Koto Aur Malintang Timur.
Masyarakat kini menunggu realisasi. Setelah aspirasi disampaikan dan program diperjuangkan melalui Pokir, tantangan berikutnya adalah memastikan rencana tersebut benar-benar berubah menjadi pekerjaan fisik yang berkualitas.
Pokir pada akhirnya tidak boleh berhenti sebagai janji politik atau daftar usulan pembangunan. Ukuran keberhasilannya adalah ketika masyarakat benar-benar melihat jalan dibangun, merasakan akses yang lebih mudah dan memperoleh manfaat ekonomi dari infrastruktur tersebut.
Warga Korong Durian Jantuang berharap Jalan Kiyau Durian Sariak segera terealisasi dan menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui wakil mereka di DPRD benar-benar mendapat tindak lanjut. (*)













