PADANG PARIAMAN, ONtime.ID – Persoalan sampah di jalur menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kembali mencuat. Tumpukan sampah yang berserakan di kawasan dekat flyover, Kabupaten Padang Pariaman, kembali terlihat menumpuk dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan penanganan dari pihak terkait.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sampah tampak berserakan di pinggir jalan yang menjadi salah satu akses utama menuju gerbang bandara terbesar di Sumatera Barat tersebut. Selain merusak pemandangan, sampah yang dibiarkan menumpuk juga menimbulkan bau tidak sedap yang tercium oleh pengendara yang melintas.
Ironisnya, lokasi tersebut berada di jalur strategis yang setiap hari dilalui masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, hingga tamu dari luar daerah yang datang melalui Bandara Internasional Minangkabau. Kondisi ini dinilai menciptakan kesan kurang baik terhadap wajah daerah yang seharusnya menjadi etalase pertama bagi para pendatang.
[irp posts=”37267″ ]
Sejumlah warga mengaku persoalan tersebut bukan kejadian baru. Mereka menyebut tumpukan sampah di lokasi itu kerap muncul berulang kali tanpa ada solusi yang benar-benar mampu menghentikan praktik pembuangan sampah sembarangan.
“Sudah beberapa hari menumpuk. Tidak dibersihkan sehingga sampah berserakan sampai ke tepi jalan dan mengeluarkan bau busuk,” ujar seorang warga setempat.
Menurutnya, sampah tersebut bukan berasal dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Ia menduga pelaku sengaja datang dari luar kawasan dan membuang sampah pada malam atau dini hari untuk menghindari pengawasan.
“Yang jelas bukan warga sekitar sini. Mereka datang buang sampah sembarangan. Biasanya malam hari, jadi sulit diketahui siapa pelakunya,” katanya.
[irp posts=”37264″ ]
Kondisi ini memunculkan kritik terhadap lemahnya pengawasan di kawasan yang selama ini kerap menjadi titik pembuangan liar. Jika persoalan serupa terus berulang, masyarakat menilai diperlukan langkah yang lebih tegas daripada sekadar membersihkan sampah setelah menumpuk.
Keberadaan tumpukan sampah di jalur menuju BIM juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas upaya pencegahan yang selama ini dilakukan. Pasalnya, meskipun lokasi tersebut sudah berulang kali menjadi sorotan, praktik pembuangan sampah ilegal masih terus terjadi.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait tidak hanya fokus pada pembersihan, tetapi juga memperkuat pengawasan serta penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan. Mereka menilai pemasangan kamera pengawas, patroli rutin, hingga pemberian sanksi tegas dapat menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan untuk memberikan efek jera.
Selain berdampak pada estetika kawasan, tumpukan sampah yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Bau menyengat, munculnya lalat, serta risiko pencemaran lingkungan menjadi konsekuensi yang harus ditanggung apabila penanganan tidak dilakukan secara serius.
[irp posts=”37260″ ]
Di tengah upaya pemerintah mendorong sektor pariwisata dan meningkatkan citra daerah, masyarakat berharap persoalan sampah di jalur menuju Bandara Internasional Minangkabau tidak lagi menjadi pemandangan berulang yang seolah tak kunjung menemukan solusi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas terkait masih dalam proses konfirmasi untuk dimintai penjelasan mengenai langkah penanganan dan pengawasan terhadap lokasi yang kerap menjadi titik pembuangan sampah liar tersebut. (*)













