PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Di tengah dinamika persiapan pemilihan Wali Nagari Ambuang Kapua, Kabupaten Padang Pariaman, nama Jefri Idrus mulai menjadi perhatian masyarakat. Bukan karena kampanye besar-besaran atau janji politik semata, tetapi karena rekam jejak kepedulian sosial yang telah lama ia tunjukkan di tengah masyarakat.
Sosok yang dikenal sebagai wartawan senior di wilayah Padang Pariaman itu selama bertahun-tahun aktif membantu warga kurang mampu, mulai dari mendampingi masyarakat yang membutuhkan biaya pengobatan, membantu perbaikan rumah tidak layak huni, hingga menyalurkan bantuan bagi keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.
Di mata sebagian masyarakat Ambuang Kapua, langkah Jefri Idrus maju sebagai calon Wali Nagari dinilai bukan sekadar ambisi politik, melainkan kelanjutan dari aktivitas sosial yang selama ini telah ia jalankan secara langsung di lapangan.
Menariknya, Jefri dikenal bukan berasal dari kalangan berada. Namun keterbatasan ekonomi tidak menghalangi dirinya untuk terus membantu masyarakat melalui jaringan dan hubungan baik yang dibangunnya selama menjalani profesi jurnalistik.
Sebagai wartawan, ia terbiasa menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, rumah sakit, dinas terkait hingga lembaga sosial. Relasi tersebut kemudian kerap dimanfaatkannya untuk membantu masyarakat yang mengalami persoalan sosial maupun kesehatan.
Salah satu kisah yang belakangan menjadi perhatian warga adalah perjuangannya membantu seorang ibu hamil bernama Fitri alias Epi yang sempat diliputi kecemasan menjelang proses persalinan akibat keterbatasan biaya.
Kondisi ekonomi keluarga yang serba sulit membuat mereka khawatir tidak mampu membayar biaya persalinan dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Mengetahui kondisi tersebut, Jefri Idrus langsung bergerak mencari solusi. Ia tidak hanya mendengarkan keluhan keluarga, tetapi juga turun langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak agar Fitri mendapatkan pelayanan medis yang layak.
Jefri berkomunikasi dengan Direktur RSUD Parit Malintang, Efri Yeni, guna memastikan penanganan medis pasien berjalan baik.
Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, dr. Engga, Kepala Dinas Sosial P3A, Siska Primadona, serta BAZNAS Padang Pariaman untuk membantu kebutuhan keluarga tersebut.
Hasilnya, seluruh kebutuhan biaya persalinan dan pengobatan Fitri akhirnya dapat ditangani sehingga keluarga tidak lagi dibayangi kecemasan terkait biaya rumah sakit.
Pendampingan terhadap pasien juga dilakukan Bidan Desa Nagari Ambuang Kapua, Vivit Tuesdayati yang mengaku telah memantau kondisi kesehatan Fitri sejak awal 2026.
Ia mendampingi pasien mulai dari pemeriksaan rutin, proses rujukan ke Puskesmas Sungai Sariak, hingga penanganan di RSUD Parit Malintang.
“Sejak awal saya selalu memantau kondisi pasien Epi. Pasca persalinan pun saya terus mendampingi dan menemani, memastikan ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan aman,” ujar Vivit.
Keluarga Fitri mengaku terharu atas bantuan yang mereka terima. Mereka menyebut dukungan dari berbagai pihak membuat keluarga merasa tidak sendiri menghadapi persoalan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Kami merasa tidak sendiri menghadapi cobaan ini. Ada Bapak Jefri, ada Bu Bidan, ada pihak rumah sakit dan dinas terkait yang semuanya bergerak membantu kami,” ungkap pihak keluarga.
Di tengah meningkatnya harapan masyarakat terhadap figur pemimpin yang dekat dengan rakyat, kisah ini menjadi salah satu gambaran bagaimana pendekatan sosial dan kepedulian langsung masih menjadi nilai penting bagi warga nagari.
Bagi sebagian masyarakat Ambuang Kapua, Jefri Idrus dinilai bukan hanya hadir saat momentum politik, tetapi telah lebih dulu membangun kedekatan dengan masyarakat melalui tindakan nyata di lapangan. (*)













