PESSEL,ONtime.ID- Jembatan gantung yang ada di Kenagarian Koto Rawang Kecamatan IV Jurai Pesisir Selatan (Pessel) saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan.
Diperkirakan ratusan kendaraan roda dua melintasi jembatan gantung tersebut setiap harinya. Setiap dilewati, badan jembatan bergoyang.
Jembatan darurat dari kayu yang melintasi sungai Batang Salido Pessel itu sangat rawan membahayakan keselamatan jiwa warga yang melintasinya.
Padahal jembatan gantung tersebut merupakan satu- satunya akses masyarakat di nagari berpenduduk sebanyak 433 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.500 jiwa itu.
Sejak musibah banjir melanda Pessel, termasuk di Nagari Koto Rawang pada 7 Maret 2024 lalu telah membuat porak poranda pemukiman masyarakat termasuk menghancurkan jembatan.
Salah seorang tokoh masyarakat Koto Rawang, Safarudin (68) kepada ONtime.ID, Selasa (30/7) mengakui dengan putusnya jembatan gantung tersebut membuat hubungan lalu lintas terputus total.
Akibatnya pemerintahan nagari dengan masyarakat terpaksa membangun jembatan gantung darurat yang terbuat dari kayu dan papan.
Tetapi ketika hujan serta banjir, jembatan yang telah dibangun masyarakat tersebut kembali terputus, bahkan pembangunan jembatan itu sudah dilakukan sebanyak 8 kali.
“Masyarakat saat ini juga merasa cemas dan khuatir takut terjadi banjir susulan dan jembatan gantung itu kembali terputus dihondoh banjir,” ucapnya.
Ia dan warga berharap kepada pemerintah dapat membangun kembali jembatan yang lebih permanen agar kecemasan masyarakat akibat banjir dapat teratasi”,ucapnya
Bupati Pesisir Selatan, Drs Rusma Yul Anwar Mpd mengatakan, jembatan gantung itu segera dibangun pada tahun 2024. (vand)













