Kab. Padang Pariaman

Jembatan Kayu Gadang “Makan” Korban

500
×

Jembatan Kayu Gadang “Makan” Korban

Sebarkan artikel ini
Jembatan
Jembatan Kayu Gadang Lubuk Alung saat ini tidak bisa dilalui dan dipasang plang larangan untuk melintas. 

PADANG PARIAMAN, ONTIME.ID– Dua pengendara motor jatuh bersamaan dengan sepeda motornya ke dasar sungai di bawah Jembatan Kayu Gadang pada Jumat (15/12) lalu.

 

Kedua pengendara yang berasal dari Pariaman Selatan itu, yakni Mustafa Kamal Sanjaya (22 tahun) dan Lutfi Alhadi (16 tahun) hendak menuju Nagari Sikabu, namun tidak mengetahui kondisi jembatan yang sudah putus di bagian tengahnya.

 

“Sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Mustafa, yang dibonceng lutfi terjatuh ke bawah jembatan,” ujar Kalaksa BPBD Padang Pariaman Budi Mulya kepada ONtime.ID, Sabtu (16/12).

 

Kedua pengendara yang jatuh dengan motornya itu dibantu oleh BPBD Padang Pariaman, Damkar dan warga setempat kemudian dilarikan ke RSUD Padang Pariaman untuk mendapatkan perawatan.

 

“Setelah dapat informasi pasca kejadian tersebut, Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Padang Pariaman dan Damkar langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Budi Mulya.

 

Ia menambahkan, korban mengalami luka, patah pada bagian rahang dan tangan pada kedua korban. “Jembatan tersebut sudah tidak bisa dilalui lagi, sejak bulan Mei lalu, karena kondisinya yang sudah putus,” ujarnya.

 

Budi Mulya menjelaskan plang larangan untuk melintasi jembatan tersebut sudah ada dipasang dan diletakan oleh instansi yang memiliki kewenangan mengatur pemanfaatan jalan/jembatan bagi pengendara yaitu oleh dinas Perhubungan dan Dinas PUPR.

 

“Terkadang plang atau tanda itu dipindahkan atau bergeser akibat ulah yang tidak bertanggung jawab,” kata Budi Mulya.  Sebelumnya kasus yang sama juga pernah terjadi lima hari setelah ambruknya jembatan Kayu Gadang pada Jumat (12/5).

 

Kecelakaan tunggal itu menimpa pengendara bernama Zulpahmi (51) asal Lubuk Begalung Kota Padang, pembonceng Rusdi (54) Padang Sago Padang Pariaman.

 

Mereka berboncengan dari arah Lubuk Alung menuju Sikabu, pukul 19.00 namun tidak memperhatikan rambu dan kondisi jalan yang mengakibatkan pengendara tersebut jatuh ke dasar sungai.

 

Wali Nagari Sikabu Kecamatan Lubuk Alung, Jarisman sangat berharap solusi yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah terkait jembatan ini, kalaupun belum bisa membangun jembatan permanen, jembatan sementara menjadi pilihan.

 

“Atas nama Mmsyarakat Nagari Sikabu dan sekitarnyasangat membutuhkan Jembatan ini karena jalan Ini merupakan akses utama masyarakat Nagari Lubuk Alung dan Sikabu untuk aktivitas sehari-hari,” ujar Jarisman. (vand)