Kab. Padang Pariaman

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman Gelar Trauma Healing untuk Warga Terdampak Banjir

155
×

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman Gelar Trauma Healing untuk Warga Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Kasat
Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman Gelar Trauma Healing untuk Warga Terdampak Banjir

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID – Upaya pemulihan pascabencana banjir di wilayah Kabupaten Padang Pariaman kembali mendapat perhatian dari aparat kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Nedra Wati, turun langsung ke lapangan bersama personel Brimob Mabes Polri dalam rangkaian kegiatan kemanusiaan yang digelar di Sikayan Paku, Nagari Asam Pulau, Sabtu (6/12).

Kegiatan tersebut meliputi trauma healing, pembagian sembako, serta pelayanan kesehatan gratis dari tim Polairud Mabes Polri.

Ratusan warga mulai dari anak-anak hingga lansia terlihat memadati lokasi kegiatan.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah trauma healing, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan ketika bencana terjadi.

AKP Nedra Wati memimpin langsung sesi pendampingan psikologis bersama personel Polwan dan tim khusus yang telah dipersiapkan.

“Kami memahami, bencana tidak hanya berdampak pada fisik dan kerugian materi. Psikologis masyarakat, terutama anak-anak, juga harus dipulihkan agar mereka kembali merasa aman,” ujar Nedra Wati di sela kegiatan.

Selain bagi anak-anak, sejumlah orang tua juga mendapatkan sesi konseling singkat untuk membantu mereka mengelola stres dan tekanan yang muncul akibat kehilangan harta benda maupun keterbatasan fasilitas pascabencana.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian ratusan paket sembako yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak.

Paket bantuan tersebut berisi beras, minyak, gula, mi instan, makanan siap saji, hingga kebutuhan bayi seperti susu dan popok.

Menurut Nedra Wati, pendistribusian bantuan diprioritaskan untuk keluarga yang rumahnya terdampak berat, kelompok lansia, serta warga penyandang disabilitas.

Ia menegaskan bahwa kepolisian akan terus memantau kebutuhan warga selama proses pemulihan berlangsung.

“Ini adalah bentuk komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi apa pun, bukan hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga dalam misi kemanusiaan,” tambahnya.

Kondisi pascabencana yang rentan terhadap penyakit seperti infeksi kulit, diare, dan gangguan pernapasan juga mendapatkan perhatian khusus dari tim kesehatan Polairud Mabes Polri.

Warga yang datang diperiksa oleh tenaga kesehatan untuk mendapatkan diagnosis awal, obat gratis, hingga saran medis untuk mencegah penyakit yang sering muncul setelah banjir.

Beberapa warga tampak mendapat perawatan luka ringan, sementara lainnya menerima vitamin tambahan.

“Kami ingin memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga. Air kotor, lingkungan yang lembap, dan kurangnya akses terhadap air bersih menjadi faktor risiko. Karena itu, layanan kesehatan ini sangat penting,” ungkap salah satu tenaga medis Polairud.

Pelayanan tersebut mendapat sambutan positif dari warga, terutama lansia yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat akses jalan yang masih terputus di beberapa titik.

Kegiatan yang melibatkan Polres Padang Pariaman, Brimob Mabes Polri, dan Polairud Mabes Polri ini menunjukkan sinergi lintas satuan dalam penanganan bencana.

AKP Nedra Wati memastikan bahwa Polres Padang Pariaman akan terus memonitor perkembangan situasi di wilayah terdampak banjir.

Ia menyebutkan, Polri siap membantu pemerintah daerah dalam tahap-tahap pemulihan berikutnya, baik dari sisi keamanan, bantuan sosial, maupun dukungan personel.

“Kami akan tetap berada di lapangan sampai masyarakat benar-benar merasa aman dan kebutuhan pokok mereka dapat terpenuhi. Ini bukan sekadar kegiatan sehari, tetapi bagian dari wujud pengabdian kami kepada masyarakat,” tegasnya. (vand)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID