Nasional

Kemenkes Siapkan 13.968 Posko Kesehatan

457
×

Kemenkes Siapkan 13.968 Posko Kesehatan

Sebarkan artikel ini
kemenkes
Kemenkes Siapkan 13.968 Posko Kesehatan

JAKARTA, ONTIME.ID—Pemerintah memperkirakan sebanyak 85 juta orang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman pada Hari Raya Idulfitri.

Mengantisipasi adanya pemudik yang sakit ataupun butuh pertolongan medis yang cepat dan memadai, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 13.968 fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, fasilitas kesehatan erdiri dari 10.292 puskesmas, 3.034 rumah sakit, 251 Public Safety Center (PSC), 51 KKP, dan 340 Pos Kesehatan.

“Ada 13.968 fasilitas kesehatan di seluruh provinsi sudah kami siapkan untuk melayani masyarakat, baik dalam perjalanan mudik maupun di daerah tujuan agar akses dan pelayanan kesehatan semakin kuat,” katanya, Kamis (21/4).

Kemenkes menyediakan 340 pos kesehatan yang dilengkapi dengan ambulans roda dua dan roda empat yang ditempatkan di berbagai rest area di jalan tol, pintu keluar tol, jalur tol, jalur jalan raya non-tol dan beberapa lokasi wisata.

“Adanya pos kesehatan ini diharapkan bisa meminimalisasi risiko kesehatan selama perjalanan mudik, supaya mudik sehat, aman, dan nyaman,” ucapnya.

Selain menyiapkan pos kesehatan di sepanjang jalur mudik, pada saat yang sama Kemenkes juga mendorong masyarakat yang akan mudik Lebaran untuk menyegerakan vaksinasi booster Covid-19. Lantaran dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, risiko penularan Covid-19 juga akan meningkat.

Ia mengatakan, dibutuhkan perlindungan tambahan, salah satunya dengan pemberian vaksinasi booster Covid-19. Vaksinasi booster penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga perjalanan mudik jadi lebih aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.

“Lewat vaksinasi kita bisa mencegah risiko terinfeksi Covid-19 maupun dirawat dengan gejala berat ataupun risiko kematian akibat Covid-19. Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 lengkap dua dosis yang dilanjutkan dengan booster,” kata Nadia.

Ia mengungkapkan bahwa sampai saat ini lebih dari 392 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan kepada 60 persen total populasi di Indonesia. Capaian sasaran untuk dosis pertama telah mencapai 73,36 persen dan dosis kedua mencapai 60,25 persen dari total populasi Indonesia.

Sementara itu, cakupan vaksinasi dosis ketiga (booster) masih relatif rendah. Dilaporkan, dari 34 provinsi di Indonesia, baru sembilan provinsi yang sudah mencapai 30 persen cakupan vaksinasi booster. Sementara sisanya masih di bawah 30 persen. Perlu dilakukan percepatan agar cakupan vaksinasi booster meningkat termasuk optimalisasi vaksinasi menjelang mudik Lebaran dengan menyediakan sentra vaksinasi di tempat umum maupun tempat ibadah.

Nadia berharap mudik Lebaran 2022 bisa menjadi momentum bagi peningkatan cakupan vaksinasi booster Covid-19. “Bagi yang akan mudik Lebaran, segera lakukan vaksinasi booster. Siapkan diri kita semua dalam keadaan sehat, agar kita dapat melindungi diri kita dan keluarga kita saat melakukan perjalanan, saat tiba, dan saat kembali dari kampung halaman,” ujar Nadia

Meski sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap dan booster, Nadia meminta masyarakat untuk tetap waspada mengingat pandemi belum sepenuhnya selesai. Potensi penularan Covid-19 masih ada di sekitar masyarakat. Perlu ada perlindungan yang optimal saat mudik Lebaran dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan agar perjalanan mudik aman, sehat dan nyaman terhindar dari penularan Covid-19.

 

Tak Ada Pencegatan

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan memastikan pihaknya tidak akan melakukan pencegatan terhadap pemudik Idulfitri 1443 Hijriah.

Dalam operasi menyambut Lebaran, polisi tidak akan membuat check point alias titik pemeriksaan. Polri hanya akan memberikan pelayanan demi kelancaran arus mudik tahun ini.

“Saya pastikan lagi bahwa dalam operasi tahun ini tidak ada check point seperti tahun lalu. Tidak ada putar balik, benar-benar kami memberikan pelayanan bagi masyarakat lancar dalam melaksanakan mudik,” ucap Ramadhan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (21/4).

Ia menyampaikan, pihaknya juga tidak akan menggelar kegiatan swab test atau tes usap. Menurutnya, Polri hanya akan menggelar program pemberian vaksin Covid-19 bagi masyarakat yang belum menerima hingga sekarang.

“Jadi kalau belum melaksanakan vaksin dikasih kesempatan untuk vaksin. Jadi tidak ada dicek periksa swab segala macam itu tidak ada. Kami pastikan bahwa kita melaksanakan pengamanan dan pelayanan agar warga bisa melaksanakan mudik dengan lancar,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi penumpukan kendaraan yang hendak mudik akan terjadi pada H-3 jelang Hari Raya Idulfitri. Hal demikian kemungkinan besar terjadi kemacetan luar biasa di berbagai ruas jalan.

Oleh karena itu, ia berharap para perusahaan dan instansi pemerintah bisa memberikan cuti lebih awal minimal mulai H-8 Hari Raya Idulfitri. “Tentu kalau mau dicutikan lebih awal juga senang ini pasti. Tentu arus baliknya nanti bisa diatur,” kata Listyo.

Hal senada sebelumnya juga disampaikan Presiden RI, Joko Widodo. Ia mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk menghindari puncak arus mudik yang diperkirakan pada tanggal 28-30 April 2022.

“Ini adalah jumlah yang sangat besar, dan diperkirakan akan terjadi kemacetan parah. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat untuk menghindari puncak arus mudik pada tanggal 28, 29, dan 30 April 2022,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah pengaturan dan rekayasa lalu lintas, antara lain aturan ganjil genap, pemberlakuan satu arah, hingga larangan truk masuk ke jalan tol. Di saat yang sama, Presiden Jokowi mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal jika memungkinkan.

“Saya mengajak masyarakat mudik lebih awal. Tentu saja menyesuaikan dengan jadwal libur dari tempat bekerja. Di samping itu, jangan lupa tetap mematuhi protokol kesehatan, utamanya memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak,” katanya. (*/rel)