BeritaPariaman

Kementan Dorong Pengembangan Sektor Pertanian Kota Pariaman

244
×

Kementan Dorong Pengembangan Sektor Pertanian Kota Pariaman

Sebarkan artikel ini
pertanian
Tim Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar saat verifikasi lapangan di Desa Koto Marapak, Kota Pariaman, Rabu (16/3).

PARIAMAN, ONTIME.ID – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat melalui Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) memverifikasi lapangan calon lokasi di sejumlah titik di Kota Pariaman dalam pelaksanaan program kampung durian dan kampung alpokat dari Kementerian Pertanian

Kepala Dinas Pertanian Pangan Perikanan Kota Pariaman, Dasril di Pariaman program kampung durian direncanakan akan dilaksanakan di Koto Marapak dan Kampung Alpukat di Desa Batang Tajongkek, Pariaman Selatan. Selain itu, Kota Pariaman juga menjadi salah satu daerah pengembangan pertanian terpadu oleh Kementerian Pertanian.

“Bantuan Kampung Buah yang didapat Kota Pariaman berasal dari Kementerian Pertanian, ketika berkunjung ke Kota Pariaman bersama dengan Komisi IV DPR RI beberapa waktu yang lalu,” kata Dasril di Pariaman, Rabu (16/3).

Menurut Dasril Kota Pariaman memiliki potensi pertanian yang cukup mempuni. Ia menilai dengan adanya sinergitas program dengan Provinsi Sumbar dan Kementerian Pertanian, Kota Pariaman dapat menjelma menjadi lumbung pangan dan membuka peluang ecowisata tanaman buah di Sumbar.

Sementara itu Kasi Tanaman Pangan dan Holtikutura DP3 Kota Pariaman, Edialfi Unwara menyebutkan, tim DPTPH Sumbar datang ke Koto Marapak dan Batang Tajongkek untuk survey CPCL, Kelompok Tani yang mendapatkan bantuan Kampung Durian dan Kampung Alpukat untuk tahun 2022 ini.

“Tahun ini, Kota Pariaman mendapat bantuan Kampung Durian dan Kampung Alpukat dari Kementerian Pertanian, dimana untuk kampung durian lokasinya di Keltan Jaya Bersama, Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur, sementara Kampung Alpukat berlokasi di Keltan Talao Indah, Desa Batang Tajongkek, Kecamatan Pariaman Selatan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa masing-masing lokasi tersebut nantinya akan dikembangkan tanaman komoditas buah alpukat dan durian seluas 10 hektare. Hal ini juga diharapkan mampu menggerakan ekonomi petani dan masyarakat kecil.

“Semoga bantuan ini terlaksana dengan baik, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani, khusunya di Kota Pariaman,” ujarnya. (red).