Politik

Ketua DPRD Sumbar Komitmen Beri Penguatan Produk Industri SMK

204
×

Ketua DPRD Sumbar Komitmen Beri Penguatan Produk Industri SMK

Sebarkan artikel ini
DPRD
Foto Bersama

PADANG, Ontime.ID — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Supardi berkomitmen memberikan penguatan terhadap produk industri Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini disampaikan Supardi saat meninjau proses pembuatan batik lumpo pada tiga SMK di Kota Padang, Jumat (8/9).

Tiga SMK yang ditinjau itu adalah, SMK 4, SMK 8 dan SMK 2 Padang. Tiga SMK ini saling berkolaborasi menerapkan pola hulu ke hilir dalam memproduksi batik lumpo. SMK 4 merupakan hulu dengan memproduksi dasar kain batik, semi hilirnya SMK 8 yang merancang kain batik hasil SMK 4 menjadi produk textile. Sementara untuk pemasaran dilakukan oleh SMK 2 sebagai hilirisasi.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat meninjau proses pembuatan batik lumpo pada tiga SMK di Kota Padang

“Konsep hulu ke hilir yang diterapkan perlu kita support dan diberikan penguatan, sehingga tiga sekolah ini bisa terus mengasah jiwa entrepreneur siswa yang bermanfaat untuk masa depan anak dan daerah,” kata Supardi.

Dia mengatakan penanaman nilai-nilai entrepreneur merupakan sebuah proses, tidak ada jurusan kusus pada pendidikan formal untuk menumbuhkan jiwa itu, namun lingkungan bisa menjadi salah satu faktor mengasah bakat alami seseorang (entrepreneurship-red).

“Jadi kolaborasi yang dilakukan oleh SMK 4, SMK 8 dan SMK 2 bisa dijadikan role mode untuk siswa sebagai bekal masa depan, sehingga saat lulus siswa bisa menerapkan proses-proses yang telah dilalui sebagai individu yang mandiri,” katanya.

Dia mengungkapkan produk yang dihasilkan oleh tiga SMK di Kota Padang pada bidang textile tidak kalah dengan  produk yang dihasilkan oleh industri besar, jika diperkuat lagi, bukan tidak mungkin bisa merambah pasar internasional. Proses terus berjalan, kedepan produk SMK asal Sumbar diyakini bisa diperagakan pada expo-expo kelas dunia.

“Kedepan kita mendorong pemerintahan provinsi bisa memberikan perhatian lebih terhadap SMK-SMK yang ada, terutama yang memiliki potensi. Seperti SMK 2 Padang yang memiliki tempat pemasaran produk, kedepan kita akan jadikan SMK 2 sebagai pusat penjualan produk-produk SMK se Sumbar,” katanya.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi melihat batik hasil kolaborasi tiga SMK di Kota Padang

Ia menambahkan, jika seluruh produk SMK telah dipasarkan pada satu pintu, maka DPRD akan mendorong kerja sama-kerja sama dengan asosiasi yang ada, salah satunya ASITA. Nantinya akan  diarahkan wisatawan yang datang ke Sumbar mesti singgah untuk melihat dan membeli produk SMK.

“Tidak hanya produk textile, nantinya juga ada produk lainya seperti kuliner atau kerajinan lainya,” katanya.

Dia mengatakan, DPRD juga akan melakukan penguatan terhadap SMK sesuai tugas pokok dan fungsi, selain anggaran, tentunya lulusan SMK tidak ada pola pikir untuk menjadi pekerja di dunia industri, melainkan bisa membuka lapangan kerja sendiri dan mengurangi beban pemerintah dalam menanggulangi pengangguran.

“Pemerintah Provinsi Sumbar tengan menggalakkan program 100.000 entrepreneur, SMK merupakan garda terdepan untuk menyukseskan program itu,” katanya.

Sementara itu, Novia Hertini Fashion Designer yang juga owner CV Novia mengatakan batik lumpo merupakan usaha berbasis masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan yang bermitra pada CV yang dia pimpin.

Kemitraan itu telah berjalan sukses selama tujuh tahun, sehingga dijalankan lah program pemadanan dengan mengandeng tiga SMK ini. Dalam program padanan CV Novia, sebagai industri membantu SMK sebesar Rp 1,7 miliar. Hal ini merupakan salah satu bentuk CSR CV Novia melalui program pamadanan.

“Dengan program yang digagas maka tiga sekolah kejuruan juga mendapatkan bantuan dari kementerian terkait sebesar Rp4 miliar. Tahun ini kita juga diberikan target untuk pasar yang jelas hingga branding produk yang dihasilkan, ” katanya.

Kepala SMK 4 Padang, Sahfalefi mengatakan, kolaborasi SMK 4, SMK 8, dan SMK 2 yang bekerja sama dengan CV Novia merupakan bagian dari program SMK Pusat Keunggulan (PK) yang dijalankan sekolah itu. Pemerintah pusat menunjuk SMK 4 sebagai pelaksana program SMK PK sejak tahun 2022 lalu.

“Program ini kita jalankan dalam bentuk kolaborasi tiga SMK, yakni SMK 4, SMK 8, dan SMK 2. Kita meluncurkan hasil kerja sama ini dengan nama Braja Batik. Brand kita telah dipakai untuk seragam SMA/SMK se- Sumatera Barat. Dalam hal ini, kita kerja sama pemadanan dengan CV Novia, dalam pola pemadanan ini jika industri bantu Rp1,7 miliar, pemerintah juga bantu Rp1,7 miliar,” ucapnya.

Sahfalefi mengatakan, target produksi yang akan dicapai untuk satu tahunnya adalah sebanyak 40 ribu pcs pakaian jadi siswa SMA/SMK. Ia berharap masyarakat bisa mencintai produk-produk yang dihasilkan SMK ini, sebagai bagian dari mencintai produk dalam negeri. (vand)