PEKANBARU, ONtime.ID — Komitmen menjaga kedaulatan pangan kembali ditegaskan jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai setelah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan komoditas pangan ilegal di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Operasi ini dilakukan oleh satuan Deninteldam yang mengamankan sebuah kapal bermuatan puluhan ton bahan pangan tanpa dokumen resmi.
Penindakan dilakukan terhadap kapal kayu KM Anisa 89 GT 33 yang kedapatan melakukan aktivitas bongkar muat di jalur tidak resmi di kawasan Tembilahan. Aparat bergerak cepat menghentikan aktivitas tersebut dan langsung mengamankan kapal beserta seluruh awaknya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pengecekan, petugas menemukan berbagai komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, serta cabai kering dengan total mencapai puluhan ton. Seluruh muatan tersebut tidak dilengkapi dokumen sah, bahkan ditemukan indikasi manipulasi manifest yang memperkuat dugaan praktik penyelundupan.
[irp posts=”35220″ ]
Keberhasilan operasi ini dinilai strategis, tidak hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga dalam menjaga stabilitas ekonomi. Peredaran pangan ilegal berpotensi merusak harga pasar dan memberikan tekanan terhadap petani lokal yang bergantung pada distribusi komoditas secara sehat dan adil.
Selain itu, tindakan ini juga mencegah potensi kerugian negara dari sisi pajak dan bea masuk yang seharusnya dipenuhi oleh pelaku usaha resmi. Peran aktif TNI AD dalam pengawasan distribusi pangan pun dinilai semakin krusial, terutama di wilayah pesisir yang rawan dijadikan jalur masuk barang ilegal.
Sebagai tindak lanjut, pada 1 April 2026, seluruh barang bukti dengan total berat mencapai 48,39 ton telah diserahkan kepada Balai Karantina Provinsi Riau untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan, khususnya di jalur-jalur tidak resmi yang kerap dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal. Selain itu, sinergi dengan berbagai instansi terkait juga akan diperkuat guna memastikan stabilitas pangan dan keamanan wilayah tetap terjaga.
[irp posts=”35217″ ]
Langkah tegas ini menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap distribusi pangan akan terus diperketat, seiring meningkatnya tantangan di sektor logistik dan perdagangan ilegal di wilayah perbatasan dan pesisir. (Yon)













