Kab. Padang Pariaman

Lautan Manusia dan Euforia Budaya: Pacu Kudo 2026 Mengguncang Duku Banyak

330
×

Lautan Manusia dan Euforia Budaya: Pacu Kudo 2026 Mengguncang Duku Banyak

Sebarkan artikel ini
Kudo
Lautan Manusia dan Euforia Budaya: Pacu Kudo 2026 Mengguncang Duku Banyak

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Semarak budaya dan sportivitas berpadu dalam pembukaan Pacu Kudo 2026 yang digelar di Kecamatan VII Koto Sungai Sarik, Sabtu (28/3/2026).

Puluhan ribu masyarakat dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memadati arena pacuan, menciptakan lautan manusia yang larut dalam antusiasme menyaksikan tradisi kebanggaan Minangkabau tersebut.

Event akbar ini resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir bersama Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Wakil Bupati Rahmat Hidayat, jajaran Forkopimda, kepala daerah, pimpinan instansi, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan perhelatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Pacu Kudo tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah, panitia, sponsor, dan masyarakat.

[irp posts=”35102″ ]

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materil, sehingga Pacu Kudo 2026 dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan para donatur merupakan bukti nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya sekaligus dorongan bagi kemajuan olahraga tradisional dan sektor pariwisata daerah.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa Pacu Kudo bukan sekadar ajang adu kecepatan kuda, melainkan warisan budaya yang sarat nilai historis dan sosial. Tradisi ini dinilai memiliki peran strategis dalam mempererat silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan, serta meneguhkan identitas budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi.

“Pacu Kudo menjadi ruang pembinaan bagi atlet dan joki untuk berprestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus menjaga kesinambungan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun,” tambahnya.

Tak hanya berdampak secara kultural, event ini juga memberikan efek ekonomi yang signifikan. Kehadiran ribuan pengunjung mendorong geliat UMKM, meningkatkan transaksi perdagangan lokal, serta mendongkrak sektor pariwisata di Padang Pariaman.

[irp posts=”35078″ ]

Sementara itu, Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi penyelenggaraan Pacu Kudo 2026 yang berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Ia juga menyambut hangat para perantau yang pulang kampung untuk menyaksikan event tahunan tersebut.

“Kami mengapresiasi penyelenggaraan Pacu Kudo yang berjalan dengan baik dan penuh semangat. Selamat datang kepada para perantau, dan selamat menikmati event kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini,” ungkapnya.

Kemeriahan hari pertama semakin terasa dengan kehadiran aktor papan atas Jefri Nichol yang turut menyaksikan langsung jalannya perlombaan. Kehadirannya disambut histeria penonton, menambah euforia di tengah arena yang telah dipadati ribuan pasang mata.

Pada tahun ini, Pacu Kudo diikuti sekitar 80 ekor kuda yang berlaga dalam 28 race serta dua kelas ekshibisi. Arena Pacu Kudo Duku Banyak sendiri dikenal sebagai salah satu lintasan terbaik di Sumatera Barat dengan standar nasional, menjadikannya magnet bagi peserta dan penonton.

[irp posts=”35075″ ]

Tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa Pacu Kudo bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan simbol kuat pelestarian budaya Minangkabau sekaligus penggerak ekonomi daerah. Tradisi ini terus hidup, berkembang, dan dicintai menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan kebanggaan terhadap warisan leluhur. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID